OJK Belum Terima Permohonan Resmi IPO Persib

Rencana klub sepak bola Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran saham perdana (IPO) masih belum masuk ke radar resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menyatakan belum ada komunikasi formal dari manajemen klub sepak bola asal Bandung tersebut.
"Tentunya sampai saat ini kami belum mendapatkan komunikasi resmi antara manajemen Persib dan juga OJK, maupun pernyataan pendaftaran untuk IPO pun itu juga belum kami terima. Belum diajukan oleh Persib," tutur Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers, Senin (2/6).
Persib dikabarkan akan memulai proses IPO pada awal 2026 sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya. Jika terwujud, Persib akan menjadi klub sepak bola kedua di Indonesia yang masuk bursa, setelah Bali United pada 2019 dengan kode emiten BOLA.
"Sekadar mengingatkan saja bahwasannya untuk klub bola saat ini sudah ada satu ya yaitu Bali United dengan kodenya BOLA. Jadi sangat memungkinkan untuk klub bola untuk IPO dan fundraising di pasar modal," ujar Inarno.
Sinyal kuat soal rencana IPO Persib sebelumnya disampaikan oleh Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita. Dalam acara perayaan juara Liga 1 2024/2025, ia mengungkapkan harapan agar bobotoh bisa memiliki saham klub kebanggaannya.
"Insyaallah Persib bisa melantai di Bursa, jadi bisa diberikan bobotoh untuk mendapatkan saham. Doakan agar sukses dan semua bisa punya saham Persib," kata Glenn di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Dukungan terhadap rencana IPO Persib juga datang dari Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait (Ara), yang menyatakan komitmennya untuk berinvestasi hingga Rp 100 miliar jika klub tersebut benar-benar masuk bursa.
