Kumparan Logo

OJK Belum Terima Permohonan Resmi IPO Persib

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Persib Bandung membawa trofi BRI Liga 1 2024/2025 saat pawai di Jalan Wastukencana, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/5/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tim Persib Bandung membawa trofi BRI Liga 1 2024/2025 saat pawai di Jalan Wastukencana, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/5/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Rencana klub sepak bola Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran saham perdana (IPO) masih belum masuk ke radar resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menyatakan belum ada komunikasi formal dari manajemen klub sepak bola asal Bandung tersebut.

"Tentunya sampai saat ini kami belum mendapatkan komunikasi resmi antara manajemen Persib dan juga OJK, maupun pernyataan pendaftaran untuk IPO pun itu juga belum kami terima. Belum diajukan oleh Persib," tutur Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers, Senin (2/6).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan pemaparan saat konferensi pers Respon Kebijakan OJK Mengantisipasi Volatilitas Perdagangan Saham di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Persib dikabarkan akan memulai proses IPO pada awal 2026 sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya. Jika terwujud, Persib akan menjadi klub sepak bola kedua di Indonesia yang masuk bursa, setelah Bali United pada 2019 dengan kode emiten BOLA.

"Sekadar mengingatkan saja bahwasannya untuk klub bola saat ini sudah ada satu ya yaitu Bali United dengan kodenya BOLA. Jadi sangat memungkinkan untuk klub bola untuk IPO dan fundraising di pasar modal," ujar Inarno.

Sinyal kuat soal rencana IPO Persib sebelumnya disampaikan oleh Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita. Dalam acara perayaan juara Liga 1 2024/2025, ia mengungkapkan harapan agar bobotoh bisa memiliki saham klub kebanggaannya.

"Insyaallah Persib bisa melantai di Bursa, jadi bisa diberikan bobotoh untuk mendapatkan saham. Doakan agar sukses dan semua bisa punya saham Persib," kata Glenn di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Dukungan terhadap rencana IPO Persib juga datang dari Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait (Ara), yang menyatakan komitmennya untuk berinvestasi hingga Rp 100 miliar jika klub tersebut benar-benar masuk bursa.