Kumparan Logo

OJK Harap Investor Selektif Investasi di Pasar Modal RI

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai kondisi pasar saham Indonesia saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor untuk masuk ke pasar modal secara selektif.

Hal ini didasarkan pada valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini tergolong lebih rendah dibandingkan dengan bursa saham di kawasan regional Asia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa daya tarik pasar modal Indonesia tercermin dari rasio Price Earning Ratio atau PER IHSG yang kini berada di level sekitar 16 kali.

PER adalah rasio yang menunjukkan berapa kali investor mau membayar harga saham dibandingkan dengan laba yang dihasilkan per saham perusahaan.

Angka ini tercatat jauh lebih rendah dibandingkan dengan posisi puncak pasar saham pada pertengahan Januari 2026 lalu.

Hasan Fawzi menjelaskan bahwa tingkat rata-rata harga saham yang tercermin dari rasio PER IHSG saat ini telah berada jauh di bawah posisi rekor tertinggi pada pertengahan Januari 2026, yang menunjukkan adanya penurunan valuasi sehingga harga saham menjadi lebih terjangkau bagi para pemodal.

Beliau menekankan bahwa secara regional, tingkat rata-rata PER saham di Indonesia bahkan sudah berada di bawah rata-rata bursa saham lainnya di kawasan Asia, sehingga kondisi ini dipandang sebagai momentum strategis bagi investor untuk masuk ke pasar modal domestik saat valuasinya masih relatif lebih murah dibandingkan dengan pasar di negara negara tetangga.

"Sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu-waktu ke depannya," ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).

Menurut Hasan, kondisi valuasi yang kompetitif ini dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk memilih saham saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang.

OJK memandang dinamika pasar yang terjadi saat ini, termasuk dampak dari penyesuaian indeks MSCI, sebagai proses pembentukan baseline baru yang lebih sehat dan transparan bagi industri pasar modal nasional.

Meskipun terdapat fluktuasi indeks, OJK memastikan bahwa aktivitas pasar masih berjalan wajar tanpa adanya aksi jual massal yang mengkhawatirkan.

instagram embed