
ADVERTISEMENT
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hingga saat ini belum ada kepastian soal rencana merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Rencana peleburan dua bank milik taipan Hary Tanoesoedibjo dan James Riady itu masih menggantung sejak wacana pertama kali mencuat pada awal 2023.
ADVERTISEMENT
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi dari kedua belah pihak. Menurutnya, keputusan akhir terkait merger tersebut sebaiknya disampaikan secara tertulis, seperti halnya saat mereka pertama kali mengajukan rencana tersebut.
"Harus ada kepastian dan kepastian yang kita tunggu dari mereka, karena mereka dulu niat [merger] diajukan tertulis, maka kita harapkan sekarang mereka juga mengajukannya, kalau tidak bisa [merger], [diajukan] tertulis," ujar Dian kepada wartawan di Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/6) malam.
Dian juga menegaskan, OJK tidak memiliki kewenangan untuk memaksakan aksi korporasi seperti merger kepada entitas perbankan. Keputusan tetap berada di tangan masing-masing pemegang saham dan manajemen bank.
Isu merger ini pertama kali muncul tak lama setelah OJK menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun pada tahun 2022. Kala itu, langkah konsolidasi menjadi salah satu solusi yang banyak dipertimbangkan oleh bank-bank kecil.
ADVERTISEMENT
Namun, hingga kini, belum ada kejelasan arah bisnis jangka panjang dari Bank MNC maupun Bank Nobu.
"Secara individual keduanya sudah melaporkan secara business as usual," kata Dian dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).
Meski begitu, ia menyebut bahwa kondisi dan performa kedua bank relatif sehat, dengan tingkat permodalan yang telah melampaui ambang batas minimum.
"Adapun upaya yang sudah dilakukan kedua bank berupa telah dilakukannya transaksi cross ownership antara kedua grup usaha kedua bank masing-masing sebesar 10 persen beberapa waktu yang lalu sebagai bagian dari langkah awalan menuju merger kedua bank," katanya.
