Kumparan Logo

OJK Sebut Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid di Tengah Tekanan Global

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan fundamental perekonomian Indonesia masih terjaga meski tekanan eksternal terus meningkat, mulai dari ketidakpastian global hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah menguat 13 poin (0,07 persen) ke level Rp 18.036 per dolar AS pada 19.02 WIB.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, menyebut sektor jasa keuangan secara umum masih solid, dengan fungsi intermediasi yang tetap berjalan baik.

"Dengan kondisi tersebut, disertai dengan berbagai upaya perbaikan dan penguatan yang secara terus-menerus, stabilitas [ekonomi] dapat terjaga dan ruang pertumbuhan ke depan saya yakin masih akan tetap terbuka," ujarnya dalam konferensi pers bulanan OJK, Jumat (5/6).

Dari sisi perbankan, OJK mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) per April 2026 masih berada di level 23,97 persen jauh di atas batas minimum regulator. Angka ini dinilai memberikan ruang penyangga yang memadai untuk menyerap potensi risiko.

Selain itu, eksposur perbankan terhadap risiko nilai tukar juga relatif terkendali. Posisi devisa neto perbankan tercatat masih jauh di bawah ambang batas 20 persen dari modal bank.

Meski demikian, OJK tetap mewaspadai sejumlah kanal risiko, antara lain potensi peningkatan beban kewajiban valuta asing korporasi dan tekanan pada sektor usaha dengan eksposur impor tinggi.

OJK menyatakan akan mempererat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan kecukupan likuiditas valuta asing di sistem keuangan tetap terjaga.

instagram embed