OJK Setujui BEI Buka Kode Domisili Investor Mulai September 2025
·waktu baca 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan persetujuan atas usulan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali membuka informasi kode domisili investor. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan transparansi dan likuiditas di pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan BEI telah menyampaikan bahwa distribusi data kode domisili akan dilakukan di akhir sesi satu dan akhir sesi dua.
“Kalau sebelumnya itu kan hanya dikumpulkan atau didistribusikan pada sesi akhir perdagangan. Tetapi nanti ke depannya itu di sesi 1 di akhir perdagangan itu akan didistribusikan data kode domisili,” sebut Inarno dalam konferensi pers, Senin (4/8).
Menurut dia, dibukanya informasi kode domisili investor merupakan upaya menyajikan data pasar secara lebih terbuka, sehingga tidak menimbulkan distorsi pemahaman maupun spekulasi di pasar.
“Namun, implementasinya tentunya kita masih menunggu kesiapan,” tambahnya.
Sebelumnya, BEI juga berencana mulai membuka transaksi dengan skema short selling mulai 26 September 2025. Meski begitu, pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan kondisi pasar pada saat itu.
Umumnya, short selling merupakan mekanisme transaksi jual beli saham di mana investor menjual saham yang sebenarnya belum dimiliki dengan cara meminjam saham dari broker, untuk kemudian dibeli kembali di harga yang lebih rendah. Skema ini menjadi salah satu strategi investasi saat pasar sedang melemah.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan tanggal tersebut merupakan jadwal paling cepat penerapan short selling. Namun, kata dia keputusan final tetap tergantung pada situasi pasar saat mendekati waktu pelaksanaan.
"Karena terus terang, penerapan short selling ini nggak hanya bergantung kepada tanggal tersebut, tapi juga bergantung terhadap kondisi market pada saat kita akan menerapkan intradate short sell dan menerbitkan daftar efek short selling,” jelas Irvan dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara daring, dikutip Selasa (5/8).
