Oleh-oleh Luhut dari China: Kerja Sama Bangun IKN hingga Pangan

10 April 2023 14:18
·
waktu baca 2 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, hadir pada acara penyambungan akhir rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan beberapa hasil yang didapatkannya usai berkunjung ke China pada 4-6 April 2023. Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi salah satu proyek yang dibahas.
ADVERTISEMENT
Luhut mengungkapkan tim pakar dari Shenzhen siap mendukung untuk desain, manajemen, hingga pembangunan klaster pendukung IKN.
"Proyek IKN telah mendapat minat dari perusahaan Tiongkok. Kita harapkan NDRC dapat merekomendasikan perusahaan BUMN dan swasta untuk bekerja di IKN," kata Luhut saat konferensi pers update kerja sama RI-Tiongkok, Senin (10/4).
Selain IKN, Luhut menjelaskan China juga komitmen untuk mendukung pembangunan kawasan industri di Kalimantan Utara (Kaltara). Ia menuturkan pemerintah China bakal memberikan dukungan investasi untuk perusahaan-perusahaan di kawasan industri hijau Kaltara.
"Saat ini proyek sedang dikerjakan, di kawasan industri hijau di Kaltara ini ada PT KIPI, yaitu industri smelter aluminium, sedang tahap konstruksi. Sedangkan industri petrokimia dan PLTA Mentarang tahap konstruksi juga," ujar Luhut.
ADVERTISEMENT
Kemudian, kerja sama Indonesia-China selanjutnya adalah di sektor perdagangan. Luhut mengatakan, kerja sama ini akan menjaga stabilitas perdagangan produk unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit dan batu bara ke China.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan saat peresmian penyelesaian peletakan rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Jumat (31/3/2023). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
"Kepala sawit jadi super strategis karena presiden sudah memerintahkan membuat satu research supaya produksi kelapa sawit kita bisa 100 juta ton tanpa perluasan lahan," ungkap Luhut.
Sementara di sektor perikanan, China memberikan dukungan ke Indonesia untuk mengembangkan hilirisasi komoditas udang dan rumput laut. Untuk meningkatkan ekspor perikanan ke China, juga dilakukan kerja sama dengan General Administration of Customs China (GACC).
Kemudian, kerja sama China-Indonesia juga dilakukan di sektor pangan. Luhut mengatakan, China akan membangun herbal center dan food estate di Indonesia dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
ADVERTISEMENT
"Kawasan TSTH (Taman Sains dan Teknologi Herbal) Toba dapat dijadikan pilot project, dan selanjutnya food estate Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah dapat dikerjakan selanjutnya," tutur Luhut.