Kumparan Logo

Ombudsman: Ada Kementerian Lamban yang Ganggu Pasokan Gula hingga Bawang

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gula pasir. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gula pasir. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Pasokan bahan pangan menjadi salah satu perhatian masyarakat di tengah meluasnya penyebaran virus corona dan jelang bulan Ramadhan. Apabila pasokan berkurang, harga di pasar akan melonjak.

Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty menyadari ada kondisi tersebut. Sehingga pihaknya meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di Pasar Jaya atau Pasar Inpres Kramat Jati dan Gudang PT Food Station Tjipinang, Rabu (18/2).

“Banyak masyarakat yang mengeluh gula pasir dan bawang mulai sulit diperoleh di pasaran dan harganya naik. Kita ingin pastikan pasokan tetap ada dan harga tidak melonjak,” kata Lely berdasarkan keterangan tertulisnya, Kamis (19/3).

Lely mengatakan kedatangan ke lokasi tersebut juga ingin memastikan kesiapan pemerintah dan para pelaku pangan dalam mengantisipasi kebutuhan menjelang ramadhan dan idul fitri.

“Termasuk juga kemungkinan lonjakan permintaan akibat efek berganda dari wabah covid-19,” ujar Lely.

Ilustrasi gula pasir. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengatakan, pihaknya juga ingin melihat dampak dari operasi pasar yang dilakukan instansi terkait untuk menstabilkan harga bahan pangan seperti gula maupun bawang putih. Saat ini Ombudsman sedang menelaah hasil tinjauan tersebut.

“Dari administrative tracking, Ombudsman melihat masih ada kementerian yang lambat dan kurang konsisten dalam mengambil keputusan sehingga menyebabkan kelancaran pasokan barang agak terganggu,” ujar Alamsyah.

Namun, Alamsyah tidak membeberkan kementerian apa yang dimaksudnya. Ia hanya menyayangkan kondisi tersebut bisa terjadi.

kumparan post embed

“Kami sedang mendalami mengapa ini bisa terjadi, karena rasanya kurang patut terjadi di tengah situasi negara sedang seperti saat ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Ombudsman juga meminta masyarakat tetap tenang di tengah ancaman virus corona yang belum mereda. Ia mengharapkan masyarakat tidak panic buying karena virus tersebut.

“Dengan kondisi saat ini, bagi masyarakat jika hanya untuk konsumsi sendiri tidak perlu menyetok bahan pangan terlalu banyak di rumah. Karena saudaranya yang lain juga membutuhkan,” tutur Alamsyah.