Kumparan Logo

OpenAI Diproyeksikan Raup Pendapatan USD 70 M hingga Akhir Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi OpenAI ChatGPT. Foto: subh_naskar/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi OpenAI ChatGPT. Foto: subh_naskar/Shutterstock

Pendapatan tahunan OpenAI diperkirakan bakal menyentuh angka USD 70 miliar pada akhir tahun ini, atau sekitar Rp 1.252,93 T (kurs Rp 17.899 per dolar AS).

Pertumbuhan pesat tersebut sebagian besar didorong oleh ekspansi bisnis perusahaan yang kian masif.

Dikutip dari Bloomberg, pendapatan tahunan (run rate) pembuat ChatGPT tersebut telah mencapai sekitar USD 50 miliar pada akhir September.

Angka tersebut merupakan proyeksi penjualan tahunan OpenAI berdasarkan perhitungan kinerja periode singkat.

Perusahaan mengumumkan capaian tersebut kepada para investor sebagai bagian dari upaya penggalangan dana terbarunya. Saat ini OpenAI tengah bernegosiasi untuk menghimpun dana sebesar USD 30 miliar atau lebih, dengan patokan valuasi mencapai USD 1,4 triliun sebelum masuknya suntikan modal baru.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen OpenAI mengenai rincian angka tersebut.

Selain OpenAI, pengembang AI lain seperti Anthropic PBC juga kerap menggunakan indikator pendapatan tahunan (run rate) sebagai metrik utama untuk menunjukkan laju pertumbuhan bisnis, meski metode penghitungannya tidak selalu sama.

Anthropic menghitung pendapatan kotor (gross revenue) dari penjualan melalui mitra cloud seperti Amazon.com Inc. Sebaliknya, OpenAI hanya mengakui bagian pendapatan bersih (net revenue) yang dihasilkan melalui mitranya, termasuk Microsoft Corp.

Penggunaan skema pendapatan bersih tersebut membuat proyeksi pendapatan OpenAI terlihat lebih rendah dibandingkan Anthropic yang mencatatkan angka USD 65 miliar pada Juli lalu, meski nilai transaksi bisnis secara keseluruhan relatif setara.

Sejumlah media bulan lalu melaporkan bahwa OpenAI telah memproyeksikan pendapatan tahunan mendekati USD 70 miliar berdasarkan kalkulasi investor. Financial Times menyebut perbedaan angka terjadi karena sebagian investor mencoba menghitung pendapatan OpenAI menggunakan metode kotor yang sama seperti Anthropic.

Pada Kamis, (8/10), saham-saham sektor teknologi memimpin penurunan indeks S&P 500 setelah muncul laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI berpotensi lebih rendah dari perkiraan awal pasar. Indeks Nasdaq 100 terkoreksi 1,4 persen, sementara indeks produsen chip anjlok hingga 3,4 persen.

“Kebingungan mengenai angka pendapatan tersebut sebagian besar mencerminkan perbedaan cara OpenAI dan Anthropic dalam menghitung pendapatan yang dapat dibandingkan,” kata analis Bloomberg Intelligence Mandeep Singh dan William Tong, dikutip dari Bloomberg, Sabtu, (10/10).

Meskipun OpenAI memilih menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) hingga setidaknya tahun depan demi fokus pada keamanan AI, Anthropic diperkirakan akan melantai di bursa melalui IPO paling cepat pada November.

Di sisi lain, OpenAI juga tengah bernegosiasi dengan sejumlah dana investasi asal Uni Emirat Arab, termasuk MGX yang berbasis di Abu Dhabi, untuk mengamankan putaran pendanaan baru.

Perusahaan sebelumnya telah sukses menghimpun dana sebesar USD 122 miliar pada Maret lalu dengan valuasi mencapai USD 852 miliar pasca-pendanaan.