Otorita IKN Kantongi 423 LoI, Setengahnya untuk Investasi
·waktu baca 3 menit

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengaku sudah banyak calon investor yang masuk ke megaproyek IKN. Hal itu ditandai dengan 423 letter of intent (LoI) dari berbagai negara untuk menggarap proyek di sana.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono merinci, sebanyak 29 LoI berasal dari Singapura. Kemudian 26 LoI berasal dari China, 25 LoI dari Jepang, 22 LoI dari Malaysia, 12 LoI dari Korea Selatan, 10 LoI dari Amerika Serikat (AS), 4 LoI dari Finlandia, 4 LoI dari Spanyol dan 3 LoI dari Jerman, dan selain 288 LoI dari pihak lainnya.
Agung mengatakan, sekitar setengah dari total LoI tersebut berupa investasi. Sementara sisanya, merupakan ketertarikan untuk menjadi vendor atau pun konsultan.
“Jadi sekitar setengahnya yang betul-betul minatnya investasi dan kita lagi sisir lagi, kita dipercepat terutama dengan terbitnya Perpres 75 tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN,” katanya dalam acara ASN FEST 2024 Gerakan Bangun Nusantara di Jakarta, Sabtu (3/8).
Adapun Percepatan investasi didorong dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024. Dengan terbitnya Perpres tersebut, OIKN mendapat banyak sekali dukungan dan kepastian hukum untuk proses investasi yang selama ini diprioritaskan dalam negeri.
“Tapi setelahnya, investor asing kita lihat akan bisa masuk lebih banyak. Contohnya investor asing beberapa minggu lalu pak Presiden ke Uni Emirat Arab, kita ketemu dengan Masdar,” tutur Agung.
Investor Sudah Masuk
Dirinya, juga menyatakan, sudah ada investor swasta yang masuk untuk menggarap proyek di IKN dengan total komitmen Rp 51 triliun dan sudah groundbreaking. Namun sayangnya, Agung tidak merinci nama-nama investor tersebut.
Ia hanya mencontohnya, dari Abu Dhabi yakni Future Energy PJSC atau Masdar berencana melakukan studi kelayakan untuk mengembangkan proyek energi terbarukan sebesar 2 Gigawatt (GW) di IKN.
“Kita menyerahkan letter to proceed atau surat melanjutkan tahapan investasi dengan studi kelayakan. Itu salah satu bagaimana investor asing mulai masuk dan mulai melakukan tahapan-tahapannya di IKN,” terang Agung.
Sebelumnya, memang Badan Otorita IKN melaporkan sebanyak Rp51,35 triliun uang dari investor sudah masuk ke IKN untuk membangun berbagai macam fasilitas kota. Total nilai investasi tersebut merupakan akumulasi dari acara groundbreaking tahap I sampai tahap VI.
Pada Groundbreaking Tahap VI yang berlangsung pada 4-5 Juni kemarin, lima badan usaha sektor pendidikan dan riset serta tiga badan usaha sektor pendukung turut berpartisipasi, dengan total investasi yang terealisasi mencapai Rp 1,75 triliun.
OIKN mencatat setidaknya untuk membangun IKN perlu membutuhkan dana sekitar USD 32 miliar atau Rp 467 triliun. Dana tersebut berasal dari APBN 20 persen dan pihak swasta atau dunia usaha 80 persen.
