Paguyuban Warga Jatim dan Bupati/Wali Kota Jalin Sinergi Dorong Ekonomi Daerah
·waktu baca 3 menit

Paguyuban warga Jawa Timur (Jatim) dari berbagai daerah bersama bupati dan wali kota berkomitmen menjalin sinergi untuk mendorong perekonomian di daerah. Hal itu disampaikan dalam acara silaturahmi dan halal bihalal Idul Fitri 1444 H atau 2023 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Kegiatan tersebut dihadiri lima paguyuban warga di wilayah mataraman PAWITANDIROGO atau Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Kelima Paguyuban Warga Jawa Timur tersebut adalah PAWARGO (Ponorogo), PAGUMA (Madiun), IKMA (Magetan), PWN (Ngawi), dan PWP (Pacitan).
Ketua Umum PAWARGO yang juga Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan PAWITANDIROGO harus menjadi wadah bersama untuk membangun sinergi antar-kabupaten dan kota di Jawa Timur dan sekitarnya. “Kami bersama 7 Kepala Daerah sudah berkomitmen untuk membangun sinergi dan kemitraan, guna mendorong pembangunan dan perekonomian daerah di Jawa Timur,” kata Susiwijono dalam pernyataan tertulis, Rabu (17/5).
Sementara itu mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, yang turut hadir pada acara tersebut, menilai perekonomian Jatim pasca-pandemi tumbuh cukup bagus. Pada 2022 yang lalu tumbuh 5,34 persen, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,31 persen. "Namun demikian sebagian kabupaten di wilayah mataraman ini pertumbuhannya masih di bawah itu, sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjalin sinergi antar daerah," kata pria yang akrab disapa Pakdhe Karwo itu.
Soekarwo menegaskan PAWITANDIROGO, merupakan bentuk sinergi yang konkret antar pemerintah daerah dengan warganya yang menjadi tokoh/pejabat di pemerintahan pusat. Sinergi ini, diharapkan akan mampu berkontribusi nyata kepada ekonomi daerah.
Sejalan dengan Soekarwo, Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Nyoman Adhi Suryadnyana juga menegaskan akan mendukung penuh semua upaya untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Sedangkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam sambutannya sangat mengharapkan melalui wadah paguyuban warga ini bisa membantu berbagai upaya pembangunan untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan Reog Ponorogo, Tari Remo Jawa Timuran, dan pagelaran kesenian Dongkrek Madiun. Selain itu juga diisi oleh penampilan Srimulat yakni Tarsan dan Tessy, pagelaran musik Campur Sari yang mendatangkan para penyanyi dan sinden dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Hadir pada acara ini lebih dari 2.500 orang warga dan keluarga besar paguyuban di wilayah PAWITANDIROGO, dan tujuh Bupati/Wali Kota (Bupati Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, Pacitan, Mojokerto dan Wali Kota Madiun), serta Wakil Bupati Ponorogo dan Wakil Wali Kota Madiun, beserta jajaran pemerintah daerah, para Kepala OPD dan camat.
Para tokoh nasional dari wilayah PAWITANDIROGO yang ikut hadir antara lain mantan Panglima TNI/mantan Menko Polhukam, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto; mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo; Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Erani Yustika; Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi; Kepala Basarnas, Marsda TNI Henri Alfiandi; Serta sejumlah nama lainnya.
Pada akhir acara, Susiwijono menyampaikan kesepakatan dengan para Kepala Daerah, untuk menindak lanjuti hasil acara ini, akan segera diselenggarakan pertemuan lanjutan di Madiun, Jatim, untuk membahas lebih konkret berbagai upaya guna mendorong perekonomian daerah, khususnya di wilayah PAWITANDIROGO.
