Pakai Biodiesel 20 Persen, Pengeluaran Perusahaan Tambang Naik

Perluasan program mandatori biodiesel 20 persen atau B20 ke sektor non PSO (Public Service Obligation) akan diberlakukan 1 September 2018. Ini dilakukan pemerintah agar impor BBM berkurang dan menghemat devisa negara. Saat ini, impor migas menjadi penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan Indonesia.
Karena itu, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, dengan menggunakan B20 di berbagai sektor termasuk pertambangan, akan banyak devisa yang dihemat.
“Yang pasti kelas ini (sektor tambang) sangat mempengaruhi. Jadi tolong lah B20 digunakan. Ini bisa mengurangi impor kita,” kata Bambang saat ditemui di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/8).
Bambang bilang, biaya produksi perusahaan tambang akan menjadi lebih besar karena menggunakan B20. Tapi, demi menghemat devisa dan memperbaik ekonomi Indonesia, perusahaan tambang mau mengalah.
“Memang cost-nya naik tapi ini akan banyak menyerap produk nabati dicampur dengan bahan bakar. Enggak apa-apalah (biaya produksi) naik untuk negara karena ekonomi (diharapkan) bisa membaik,” lanjutnya.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2018 mengenai perluasan penggunaan biodiesel ke sektor non PSO sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 15 Agustus 2018 lalu.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan bahwa khusus untuk kendaraan alat utama sistem persenjataan (alusista) dan mesin Freeport tidak akan menggunakan biodiesel karena beberapa hal.
“Itu tadi yang kita bahas. Soal alokasi B20 ke tiga bidang, yaitu alutsista, PLN, dan sebagian kecil ke Freeport. Kalau alutsista itu enggak mendukung mesinnya kalau gunakan B20. Makanya mereka enggak pakai,” katanya.
Apabila program B20 diterapkan pada kendaraan alutsista, dikhawatirkan kinerja mesin menjadi tidak maksimal sehingga dapat menyebabkan mogok. Sebab saat menggunakan biodiesel, mesin pada alutsista itu bisa berkerak.
Sementara untuk Freeport, Djoko menambahkan, kegiatan pertambangan Freeport berlokasi di daerah dataran tinggi. Sementara, biodiesel akan cepat membeku kalau diboyong ke wilayah dataran tinggi.
