Kumparan Logo

Pakai Subsidi, Harga Tiket MRT Jakarta Bisa Rp 8.500 per Penumpang

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pemprov DKI Jakarta masih mengkaji besaran tarif moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). Dirut PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengaku pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah yang menurut rencana akan ditetapkan bulan Februari 2019 mendatang.

“Sementara tunggu keputusan dari pemerintah,” kata William di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu, (27/1).

William mengharapkan tarif MRT bisa dijangkau oleh masyarakat. Caranya adalah Pemprov DKI Jakarta harus memberikan subsidi harga tiket.

“Harusnya menyesuaikan Rp 8.500 (per penumpang) rata-rata,” ujar William.

Sementara itu, untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan MRT, William gencar mempromosikan dengan berbagai cara. Misalnya melalui media sosial dengan menggandeng influencer.

“Teman-teman influencer mau naik kereta MRT. Kira-kira begitu untuk mempromosikan MRT gitu,” tutur William.

Direktur MRT William Sabandar (kanan) bersama operator MRT. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur MRT William Sabandar (kanan) bersama operator MRT. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Sebelumnya, William pernah mengatakan bahwa tarif tiket MRT Jakarta yang paling masuk akal adalah sekitar Rp 700 per km. Sementara itu, ada tambahan biaya lainnya yang disebut dengan tarif boarding sebesar Rp 1.500. Jadi penumpang dengan rute terjauh, yaitu Bundaran HI menuju Lebak Bulus sepanjang 16 km, tarifnya sekitar Rp 12.800.

"Yang Anda bayar itu Rp 1.500 plus Rp 700 jadi Rp 2.200. Kalau 2 stasiun tambah Rp 700 lagi, kalau 12 stasiun itu Rp 12.800. Jadi variasi tarif itu Rp 2.200 (sampai) angka Rp 12.800," ungkap William kepada kumparan.

Mengenai rencana keputusan tarif, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa pembahasan penentuan harga tiket MRT Jakarta sudah masuk tahap akhir. Dalam waktu dekat, Anies akan mengumumkan berapa besaran tarif MRT.

"(Pembahasan) sudah sampai akhir," timpal Anies beberapa waktu lalu.

Jika tak menemui permasalahan dan kendala, pengumuman tarif tiket MRT akan diumumkan bulan Februari. Sehingga saat MRT beroperasi Maret 2019 bisa langsung digunakan oleh warga.

"Sebelum MRT beroperasi. Insyaallah (diumumkan Februari)," jelasnya.