Kumparan Logo

Paket Internet Laris, Telkom Raup Laba Bersih Rp 19,49 T di Kuartal III 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
paket JITU 1 IndiHome Foto: Telkomsel
zoom-in-whitePerbesar
paket JITU 1 IndiHome Foto: Telkomsel

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) meraup laba bersih senilai Rp 19,49 triliun di kuartal III 2023. Laba bersih tersebut melesat 17,58 persen dibandingkan kuartal III 2022 senilai Rp 16,58 triliun.

Mengutip laporan keuangan, kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 2,17 persen menjadi Rp 111,23 triliun dibandingkan kuartal III 2022 senilai Rp 108,87 triliun.

Segmen data, internet dan jasa teknologi informatika menyumbang pendapatan tertinggi di Telkom senilai Rp 65,87 triliun, naik 3,9 persen dibandingkan kuartal III 2022 senilai Rp 63,83 triliun.

Pendapatan IndiHome tercatat senilai Rp 21,78 triliun, segmen telepon senilai Rp 8,31 triliun, interkoneksi senilai Rp 6,62 triliun, jumlah layanan lainnya senilai Rp 4,76 triliun, dan segmen jaringan senilai Rp 1,78 triliun.

Dari sisi geografis, Indonesia menempati pendapatan tertinggi dari usaha Telkom senilai Rp 105,37 triliun. Sedangkan pendapatan Telkom dari luar negeri mencapai Rp 5,86 triliun.

Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter Stock

Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi mencapai Rp 182 miliar, menurun 92 persen dibanding per 30 September 2022 senilai Rp 3,09 triliun.

Per tanggal 30 September 2023, Telkomsel menghitung nilai wajar investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan menggunakan nilai pasar saham GOTO sebesar Rp 85 per saham.

Jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO pada tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp 142 miliar dan disajikan sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasi.

Hingga 30 Oktober 2023, nilai pasar saham GOTO sebesar Rp 56,00 per saham, sehingga penambahan jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi pada GOTO adalah sebesar Rp 688 miliar.