Pakistan Dapat Bantuan Utang Rp 23 T dari IMF untuk Stabilkan Ekonomi
·waktu baca 1 menit

Pakistan mendapatkan dana segar sekitar USD 1,32 miliar atau sekitar Rp 23 triliun (kurs Rp 17.377) setelah Dewan International Monetary Fund (IMF) menyetujui pencairan lanjutan pinjaman dalam program pembiayaan yang sedang berjalan.
Dana tersebut diharapkan memperkuat kemampuan Pakistan menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya risiko global.
Mengutip Bloomberg, Minggu (10/5), Pakistan bakal memperoleh sekitar USD 1,1 miliar melalui skema Extended Fund Facility (EFF). Selain itu, negara tersebut juga akan menerima sekitar USD 220 juta lewat program Resilience and Sustainability Facility yang difokuskan untuk pendanaan terkait iklim.
“Upaya kebijakan Pakistan di bawah kesepakatan EFF telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam menstabilkan ekonomi dan membangun kembali kepercayaan di tengah lingkungan global yang menantang, termasuk perang Timur Tengah yang sedang berlangsung,” kata IMF dalam pernyataannya.
Perekonomian Pakistan sebelumnya berada dalam tekanan akibat lonjakan harga minyak. Kondisi itu mendorong bank sentral setempat menaikkan suku bunga secara mengejutkan guna meredam tekanan inflasi.
Di sisi lain, posisi cadangan devisa Pakistan juga masih rapuh. Situasi tersebut terjadi setelah Saudi Arabia menjanjikan bantuan keuangan sebesar USD 3 miliar, sementara United Arab Emirates meminta pembayaran utang dengan nilai serupa.
