Kumparan Logo

P&G Indonesia Komit Dukung Penggunaan Energi Terbarukan, Ini yang Dilakukan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers Sustainability Week P&G, Senayan, Jakarta. Rabu (17/5/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Sustainability Week P&G, Senayan, Jakarta. Rabu (17/5/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

Procter & Gamble atau P&G Indonesia komitmen mendukung penggunaan energi terbarukan. Utility/Facility Operation and Engineering Director P&G Indonesia, Ervan Basuki, mengatakan salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan penggunaan listrik di pabrik yang berasal dari energi terbarukan.

"Untuk saat ini suplai listrik terbarukan yang kita pakai berdasarkan kontrak dari renewable electricity. Di kontrak tersebut, divalidasi dengan sertifikat juga bahwasanya sekian persen atau sejumlah pemakaian yang diperlukan oleh klien kami di Karawang itu disuplai dengan renewable electricity yang ada di market dan dialokasikan dan dibuktikan dengan sertifikat yang ada," ujar Ervan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/5).

Selain listrik berkelanjutan, P&G juga melakukan beberapa inisiatif sebagai implementasi dari penggunaan listrik tersebut untuk keperluan lain. Misalnya, memakai solar panel untuk penerangan lampu jalan.

"Kita mencoba expand lagi membangun 0,7 megawatt (MW) capacity untuk solar panel cuma dalam hal ini sedang konsen pada proses perizinan yang tidak mudah. Dan ini setelah kita cek tidak hanya terjadi di P&G saja, tapi di manufacturing dan perusahaan lain mereka mengalami kesulitan yang sama," ungkap Ervan.

Ervan memaparkan program sustainability P&G tak hanya soal listrik, tetapi juga pengolahan limbah. Perusahaan telah konsisten mengelola sampah produksi melalui praktik zero waste to landfill sejak pertama kali beroperasi, di mana P&G memastikan tidak ada limbah produksi yang berakhir ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Di level hilir P&G juga menjalankan program Conscious Living, yaitu program pengumpulan pengolahan sampah yang melibatkan masyarakat luas lewat aplikasi digital," tutur Ervan.