Kumparan Logo

Pandu Sjahrir Target Perusahaan WTE Denera Bisa IPO di BEI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam agenda Investor Relation Forum di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026).
 Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam agenda Investor Relation Forum di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menargetkan perusahaan Waste to Energy (WTE) milik Danantara bisa melantai di pasar modal Indonesia. Menurut Pandu, hal ini karena perusahaan WTE tersebut dinilai akan menjadi yang terbesar di dunia.

Danantara sebelumnya membentuk anak perusahaan baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) khusus untuk menjadi pemegang saham sekaligus pengelola proyek WTE.

“Saya rasa ini akan menjadi salah satu Waste to Energy company terbesar yang akan ada di dunia. Saya rasa ini bisa jadi katalis yang baik kalau kita bisa masuk nanti di Bursa Efek Indonesia nanti kita akan apply,” kata Pandu dalam agenda Investor Relation Forum yang diselenggarakan Suar di Main Hall BEI, Jakarta pada Senin (11/5).

Pandu menarget Denera bisa IPO setelah perusahaan tersebut memiliki laporan keuangan. Pandu mengisyaratkan hal itu bisa dilakukan setelah tahun 2028.

“Keinginan kita nantinya setelah ada cashflow, kita kan mengharapkan 2028 selesai ada cashflow, kita mau bawa menjadi perusahaan TBK di sini. Keinginan kami salah satunya itu,” ujarnya.

video story embed

Denera dibentuk melalui PT Danantara Investment Management (DIM) pada awal April 2026. Director of Investment at Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengatakan setiap unit PSEL membutuhkan investasi Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,8 triliun dengan struktur kepemilikan yakni 70 persen dipegang oleh mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) dan sisanya oleh Denera.

Fadli menjelaskan, Denera berfungsi untuk memegang porsi saham proyek PSEL sekaligus bertanggung jawab dalam sisi operasional dan pengelolaan seluruh proyek di bawah DIM.

Adapun proyek PSEL merupakan katalis dari pengelolaan sampah yang terintegrasi, tidak hanya dari sisi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), namun juga akan mengelola sampah mulai dari tempat pembuangan sampah hingga daur ulang sampah.