Para Pangeran dan Bisnis yang Kehilangan Nakhoda

Komisi Anti Korupsi Kerajaan Arab Saudi yang dipimpin putera mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menangkapi sejumlah pangeran, menteri, pengusaha, serta elite politik lainnya. Operasi bersih-bersih ini berlangsung sejak Sabtu (4/11) dan dilaporkan terus berlanjut.
Di antara para pangeran yang kini ditahan, merupakan pemilik korporasi besar yang bisnisnya merambah berbagai bidang. Dari balik tahanan, tentu mereka tak leluasa untuk bisa mengendalikan bisnisnya. Berikut deretan perusahaan milik para pangeran:

Alwaleed bin Talal Alwaleed merupakan yang paling terkemuka di antara nama-nama yang ditahan kerajaan. Pemilik Kingdom Holding ini, disebut Forbes memiliki kekayaan 17 miliar dolar AS. Investasi Alwaleed merambah berbagai bidang seperti perbankan, kargo, media dan teknologi.
Dia termasuk pemegang saham di Citigroup, perusahaan kargo Lyft, perusahaan media News Corp, serta di Apple dan Twitter. Di luar kiprah bisnisnya, dia memiliki pandangan dan sikap yang terbuka. Majalah Time pada menobatkan pria 62 tahun ini sebagai ‘Orang Paling Berpengaruh’ pada 2008.

Waleed Al-Ibrahim Waleed merupakan pemimpin bisnis grup media Middle Eastern Broadcasting Company (MBC), sebuah perusahaan swasta yang mengelola media di Timur Tengah dan Afrika Utara. Salah satunya adalah stasiun televisi berita Al Arabiya.
MBC yang sudah berdiri 26 tahun, kini memiliki 18 stasiun televisi yang beroperasi di berbagai negara. Nama Waleed selalu masuk dalam daftar 50 pengusaha Arab paling terkemuka.
Amr Al Dabbagh Amr merupakan pemimpin dan CEO Al Dabbagh Group, sebuah perusahaan holding keluarga. Perusahaan yang didirikan 1962 ini, merupakan konglomerasi bisnis yang beroperasi di 60 negara.
Dia juga pernah menjabat Presiden the Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA). Dia turun dari jabatan setingkat menteri itu pada 2012, setelah menjabat selama dua periode.
Pada 2015, Al Dabbagh masuk ke dunia pendidikan dengan mendirikan Philanthropy University, sebuah lembaga pendidikan yang memberikan pelatihan kepemimpinan dan manajerial bagi wirausaha.

Saleh Abdullah Kamel Saleh merupakan pendiri dan juga pemimpin Dallah Albaraka Group, sebuah kelompok bisnis yang berbasis di Jeddah. Sektor bisnisnya meliputi pelayanan kesehatan, lingkungan, makanan, dan jasa finansial.
Menurut Forbes, kekayaan Saleh mencapai 2 miliar dolar AS. Dia juga merupakan Presiden Al Baraka, sebuah group perbankan Islam, yang memiliki saham di industri keuangan di Timur Tengah, Indonesia, dan Pakistan.
Ibrahim Al-Assaf Ibrahim merupakan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sejak November 2016. Sebelumnya, dia merupakan Menteri Keuangan dan saat ini juga masih menjabat sebagai dewan direksi perusahaan migas raksasa Arab Saudi, Aramco.
Pria 68 tahun ini menyandang PhD bidang ekonomi, dan memiliki posisi penting di the International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group.

Bakr bin Laden Sosok 69 tahun ini merupakan saudara laki-laki pemimpin Al Qaida, Osama bin Laden. Dia merupakan pemegang saham pengendali perushaan konstruksi berbasis di Jeddah, Saudi bin Ladin Group (SBG). Perusahaan ini banyak mengerjakan proyek-proyek konstruksi milik kerajaan, termasuk perluasan Masjidil Haram.
Crane di proyek yang dikelola SBG inilah yang rubuh pada 2015, sehingga menimpa sejumlah jemaah haji termasuk dari Indonesia. Ada 107 orang yang tewas, 12 di antaranya WNI.
SBG juga mengerjakan pembangunan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, serta sejumlah proyek bandara di Kairo, Aden, Doha, dan Damaskus.

Khaled Al-Mulhem Khaled merupakan pemimpin perusahaan berbasis di Damam, yaitu Khaled A Al-Melhem & Bros Company. Perusahaan ini berbisnis produk sanitary dan perpipaan.
Sebelumnya Khaled pernah menjabat direktur di Saudi Arabian Airlines, juga Presiden di Saudi Telecom Company (STC) selama lima tahun.
