Paramount Utang USD 52 M untuk Akuisisi Warner Bros, Bunganya Kini Membengkak

Paramount Skydance Corp saat ini tengah menghimpun utang senilai USD 52 miliar untuk membiayai akuisisi Warner Bros Discovery Inc. Proses penghimpunan dana tersebut dilakukan hanya dalam waktu sepekan.
Mengutip Bloomberg, Minggu (4/10), pembiayaan tersebut menjadi salah satu transaksi utang terbesar dalam sejarah dan membuka jalan bagi Paramount untuk menyelesaikan akuisisi Warner senilai USD 110 miliar.
Namun, langkah itu membuat Paramount harus membayar bunga lebih tinggi dibandingkan jika utang tersebut diterbitkan beberapa bulan sebelumnya. Adapun naiknya biaya pinjaman global akibat kekhawatiran inflasi membuat beban bunga Paramount diperkirakan bertambah sekitar USD 250 juta hingga USD 500 juta per tahun.
Kondisi ini berpotensi menyulitkan Paramount dalam menjalankan bisnis gabungan setelah merger. Paramount sebelumnya juga telah berencana memangkas biaya hingga USD 6 miliar per tahun untuk menjaga tingkat utangnya tetap terkendali.
Meski demikian, Chief Financial Officer Paramount, Dennis Cinelli mengatakan merger tersebut merupakan investasi strategis jangka panjang untuk mengubah industri media.
Cinelli yang juga mantan eksekutif Uber Technologies Inc. itu membandingkan kondisi tersebut dengan penawaran umum perdana (IPO) Uber yang sempat menghadapi gejolak ketika perusahaan transportasi online tersebut pertama kali melantai di bursa.
“Dalam kondisi pasar utang yang bergejolak, kami merasa puas dengan hasil yang kami dapatkan. Dalam kondisi pasar utang yang bergejolak, kami merasa puas dengan hasil yang kami dapatkan,” kata Cinelli.
Lebih lanjut, pembiayaan akuisisi Warner sebenarnya telah dimulai sejak Februari. Saat itu, Bank of America Corp dan Citigroup Inc bersama Apollo Global Management Inc menyediakan pinjaman jangka pendek senilai USD 57,5 miliar untuk Paramount.
Paramount kemudian merancang penerbitan kombinasi obligasi dengan peringkat investasi dan obligasi berisiko tinggi atau junk bonds untuk membiayai kembali transaksi tersebut.
Sejak Juni lalu, Citigroup dan Bank of America juga mulai menjajaki calon investor dan menerima pesanan informal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dana ketika penerbitan utang resmi dilakukan.
Namun, proses akuisisi sempat tertunda akibat gugatan dari sejumlah jaksa agung negara bagian AS dan serikat penulis. Penundaan tersebut membuat sejumlah bankir khawatir karena fasilitas pinjaman jangka pendek yang mereka berikan dapat membatasi kemampuan mereka untuk membiayai transaksi merger dan akuisisi lainnya.Kondisi pasar juga semakin menantang setelah imbal hasil obligasi pemerintah naik dan spread kredit melebar.
Namun, terobosan terjadi pada 21 September ketika Paramount mengumumkan telah menyelesaikan gugatan yang menghambat proses merger.
Setelah penerbitan obligasi junk senilai USD 11,1 miliar oleh SoftBank selesai pada 23 September, Paramount mulai melakukan penjualan utangnya sehari kemudian. Paramount sebelumnya juga telah sepakat membayar biaya keterlambatan sebesar USD 7 juta per hari apabila akuisisi tidak selesai pada 30 September.
