Pariwisata Belum Pulih, Sandiaga Uno Revisi Target Devisa hingga 2024

2 Juni 2021 17:54
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berdiskusi dengan pengelola kawasan wisata di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis (11/2/2021). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berdiskusi dengan pengelola kawasan wisata di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis (11/2/2021). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Sektor pariwisata selama ini menjadi salah satu sumber penerimaan devisa terbesar bagi negara. Sayangnya pandemi COVID-19 meluluhlantakkan sektor tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan sektor pariwisata di Tanah Air masih dalam kondisi memprihatinkan. Hal tersebut akibat anjloknya jumlah kunjungan wisatawan selama pandemi COVID-19.
Di hadapan Komisi X DPR RI, Sandiaga mengaku bahwa kondisi yang masih berat tersebut membuat target capaian devisa pariwisata harus direvisi ke bawah.
“Capaian devisa ini berubah total karena pandemi membatasi pergerakan,” ujar Sandiaga dalam Rapat Kerja Kemenparekraf dengan Komisi X DPR RI, Rabu (2/6).
Sandiaga merinci, awalnya di 2021 capaian devisa ditargetkan bisa tembus USD 4,8-8,5 miliar. Namun besaran tersebut direvisi menjadi kisaran USD 0,3-0,41 miliar.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali terpantau sepi. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali terpantau sepi. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Di tahun 2022 penerimaan devisa awalnya ditargetkan sebanyak USD 10,6 -11,3 miliar. Kemudian direvisi menjadi kisaran USD 0,83-1,44 miliar. Sayangnya revisi penerimaan devisa tersebut menurut Sandiaga disusun berdasarkan asumsi bahwa pariwisata internasional bisa pulih pada Juli atau Desember 2020 lalu seperti prediksi awal World Tourism Organization (UNWTO).
Sayangnya kondisi terbaru yang terjadi saat ini tidak sesuai dengan prediksi tersebut. Bahkan menurut Sandiaga kondisinya justru bertambah berat karena kunjungan wisatawan mancanegara belum akan pulih hingga akhir 2024.
“Prediksi perkembangan terbaru adalah normalisasi kunjungan wisman belum akan terjadi hingga akhir 2024,” ujar Sandiaga.
Menghadapi fakta tersebut, Sandiaga berjanji pihaknya akan memberikan bauran kebijakan untuk mendorong para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar tetap semangat bertahan di masa pandemi.
“Ini perlu kita garis bawahi agar narasinya kepada pelaku parekraf ini agar mereka enggak putus asa dan tetap semangat walaupun kunjungan wisman belum akan terjadi hingga akhir 2024. Kita harus berikan bauran kebijakan agar mereka bukan hanya bisa bertahan tapi bisa menangkap peluang untuk menang,” tandasnya.