Pasar Keuangan Berfluktuasi, Bappebti Ingatkan Mitigasi Risiko di Aset Kripto
·waktu baca 3 menit

Kondisi pasar keuangan global saat ini terus berfluktuasi. Hal ini pun mempengaruhi imbal hasil dari investasi, termasuk aset kripto. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengingatkan pentingnya mitigasi risiko di tengah situasi global yang tak menentu.
Kepala Biro Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti Heryono Hadi Prasetyo mengatakan, investor pemula perlu menambah pengetahuan atau edukasi mengenai aset kripto dalam memitigasi risiko saat berinvestasi.
"Faktanya industri kripto sedang berkembang, untuk itu Bappebti berkomitmen mengedukasi dan melindungi masyarakat melalui berbagai regulasi yang telah diterbitkan dan diimplementasikan,” ujar Hadi dalam keterangannya, Rabu (28/9).
Perdagangan aset kripto sebagai komoditas diatur pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto. Selain itu juga diatur dalam Peraturan Teknis Bappebti Nomor 5 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, serta Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto.
Pemeriksa Madya Biro Pengawasan Bappebti Sri Sundayani berharao, para investor serta pelaku usaha bisa mempercayakan investasi asetnya di dalam negeri, yakni dengan menggunakan platform yang terdaftar dan diawasi langsung oleh Bappebti.
"Dalam rangka mengedukasi dan memberikan kepastian hukum serta keamanan berinvestasi kepada masyarakat, Bappebti telah menerbitkan berbagai aturan yang telah diimplementasikan agar menjamin perdagangan aset kripto di Indonesia berjalan dengan transparan dan aman,” jelasnya.
Head of Community Pintu, Jonathan Hartono, menuturkan bahwa pentingnya edukasi dan mitigasi risiko sebelum memulai investasi, utamanya di aset kripto. Menurutnya, aset kripto sebagai instrumen investasi baru di Indonesia, memiliki sifat disrupsi dan volatilitas tinggi.
"Kami selalu menekankan kepada teman-teman yang ingin melakukan investasi untuk memahami dulu fundamental aset yang akan diinvestasikan, kemudian perlu menentukan profil risiko investor seperti apa,” kata Jonathan.
Ia menambahkan, ada beberapa tips agar menjadi lebih baik dalam investasi. Utamanya yakni memilih platform yang berada di bawah naungan Bappebti yang taat pada aturan dan regulasi di Indonesia. Selanjutnya, jangan menggunakan uang panas untuk berinvestasi. Artinya, uang tersebut tidak dipergunakan untuk kebutuhan apa pun.
"Kita juga bisa pakai strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu sebuah prinsip di mana kita percaya aset tersebut akan naik, untuk itu kita bisa berinvestasi secara bertahap. Intinya adalah melakukan riset dan edukasi sebelum melakukan investasi agar dapat mengambil keputusan yang bijak,” tambahnya.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
