Pasar Lesu, Adaro Pangkas Produksi Batu Bara hingga 5,8 Juta Ton

Harga batu bara sedang dalam tren penurunan sejak Word Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada pertengahan Maret lalu. Serapan pasar global minim, stok batu bara di India dan China menumpuk.
Pada Februari lalu, Harga Batubara Acuan (HBA) masih USD 67,08 per ton dan kini merosot ke USD 52,16 per ton. Pandemi COVID-19 membuat pergerakan ekonomi jadi terbatas.
Melihat kondisi pasar batu bara saat ini, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memutuskan untuk menurunkan produksi hingga 10 persen dibanding pencapaian tahun lalu, atau pada kisaran bawah target tahun ini yaitu 54-58 juta ton.
"Penurunan ini utamanya pada jenis batu bara thermal. Adaro akan berfokus untuk mempertahankan marjin yang sehat dan kontinuitas pasokan ke pelanggan," kata Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk, Febriati Nadira, dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Langkah ini sejalan dengan imbauan APBI kepada para produsen batu bara di Indonesia untuk memangkas target produksi. Tujuannya ialah menyeimbangkan kondisi di pasar batu bara yang tertekan akibat pelemahan ekonomi global dan menurunnya kebutuhan listrik industri karena COVID-19.
Nadira menambahkan, Adaro juga akan terus mengikuti perkembangan pasar dengan tetap menjalankan kegiatan operasi sesuai rencana di tambang-tambang milik perusahaan.
"Adaro juga akan terus fokus terhadap upaya peningkatan keunggulan operasional, pengendalian biaya dan efisiensi, serta eksekusi strategi demi kelangsungan bisnis dan mempertahankan kinerja yang solid," tutupnya.
