Pasokan Energi Seret, Swiss Akan Larang Warga Pakai Kendaraan Listrik
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Swiss akan melarang penggunaan kendaraan listrik. Rencana ini tengah dipertimbangkan menyusul pasokan energi seret di tengah musim dingin yang sebentar lagi datang.
Berdasarkan laporan Telegraph yang dikutip dari Fox Business, Rabu (7/12), para pejabat sedang menyusul proposal darurat untuk membatasi penggunaan daya listrik jika keadaan memburuk di musim dingin. Dalam proposal itu, disiapkan skenario bertingkat (tier) dalam berbagai level termasuk pembatasan penggunaan energi.
Pejabat Swiss akan mengaktifkan setiap tier berdasarkan level pasokan. Paling tidak, bangunan hanya bisa memakai alat penghangat hingga 20 derajat Celcius. Toko-toko juga dipertimbangkan untuk mengurangi jam operasional, pun dengan layanan streaming akan dibatasi.
"Saat keadaan semakin parah, kendaraan listrik akan dibatasi untuk perjalanan penting. Dalam skenario buruk, konser dan acara olahraga juga akan dihentikan," demikian dikutip dari Fox Business.
Pemerintah juga berencana mematikan lampu hiburan, eskalator, hingga penambangan uang kripto.
Alasan Swiss menyiapkan proposal darurat ini untuk menghindari kemungkinan pemadaman listrik di musim dingin. Sebenarnya 60 persen pasokan listrik Swiss berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tapi di musim dingin, produksinya melambat, sehingga mereka sangat bergantung pada energi impor.
Perang di Ukraina telah berkontribusi pada kekurangan impor di seluruh Eropa, termasuk Swiss sekalipun mereka memiliki PLTA yang banyak.
"Mereka rentan terhadap kekurangan energi," kata laporan Telegraph.
