Pedagang Sayur Keluhkan Sepinya Pembeli di Tahun Baru 2018

Faktor cuaca berpengaruh terhadap ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional. Hal tersebut diakui oleh pedagang sayur di Pasar Minggu, Suwarti (65).
Suwarti menuturkan, sudah sejak dua hari yang lalu para pedagang sayur tak berjualan bayam dan kangkung. Menurutnya, hal ini lantaran pengaruh cuaca yang membuat para petani kesulitan untuk panen.
"Sayur enggak ada yang jual, sejak dua kemarin sampai sekarang karena mobilnya enggak ada yang jalan," ungkap Suwarti saat ditemui di kiosnya di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (1/1).
Suwarti bercerita, di awal tahun baru ini penjualan cenderung sepi. Bahkan, sebelumnya dia sudah menyediakan stok jagung sampai 50 buah. Akan tetapi, hingga sekarang tak ada yang membelinya.
"Dulu mah beli 5 karung rame yang beli, sekarang 50 (buah) saja enggak ada yang beli," keluh Suwarti.
Ia menambahkan, sulitnya stok bahan pangan akhir-akhir ini memengaruhi harga bahan pokok. Salah satunya adalah harga cabai rawit yang saat ini menyentuh Rp 60.000/kg dari biasanya hanya Rp 15.000/kg.
"Malah hujan terus enggak bisa dicabut (panen) jadi mahal. Terus di jalannya macet (karena tahun baru) dan hujan jadi susah bawanya," tutur dia.
Berikut beberapa harga bahan pokok di pasar tradisional Pasar Minggu :
1. Cabai rawit merah Rp 60.000/kg 2. Cabai rawit hijau Rp 40.000/kg 3. Canai merah keriting Rp 40.000-45.000/kg 4. Bawang merah turun Rp 17.000/kg dari sebelumnya Rp 20.000/kg 5. Tomat Rp 15.000/kg 6. Kentang Rp 17.000/kg 7. Wortel Rp 20.000/kg 8. Bawang Putih Rp 30.000/kg 9. Jengkol Rp 40.000/kg 10. Minyak sayur Rp 13.000/kg 11. Gula Putih Rp 13.000/kg 12. Ayam satu ekor Rp 40.000, sementara Rp 25.000/kg
