Kumparan Logo

Pedagang Ungkap Biang Kerok Harga Daging Sapi Tembus Rp 160 Ribu per Kg

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harga daging sapi segar naik jelang lebaran. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Harga daging sapi segar naik jelang lebaran. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Harga daging sapi di dalam negeri dalam tiga bulan terakhir dikabarkan terus melonjak. Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta bahkan tembus Rp 160 per kg, dari sebelumnya sekitar Rp 120 ribu per kg.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Asnawi, mengatakan harga daging sapi di pasar memang sudah mahal karena di tingkah RPH (Rumah Potong Hewan) pun menyentuh angka Rp 108 ribu sampai Rp 109 ribu per kg. Padahal, pada Februari 2021, hanya berkisar Rp 94 ribu per kg.

Kenaikan tersebut, kata Asnawi, salah satunya disebabkan oleh kondisi Australia sedang dilanda banjir bandang dan kebakaran hutan. Australia merupakan negpedara eksportir sapi ke Indonesia.

“Menurut Menteri Pertanian Australia waktu datang ke Indonesia, David Littleproud, dia mengatakan dua tahun terakhir Australia mengalami pemulihan pasca dua tahun lalu terjadi banjir bandang termasuk kebakaran hutan yang hebat. Sehingga berdampak atas peternakan mereka yang berdampak pada kematian sekian ribu ekor,” jelas Asnawi kepada kumparan, Kamis (24/2).

Karena banjir bandang dan kebakaran hutan, Australia masih melakukan rehabilitasi sektor infrastruktur untuk meningkatkan kembali produktivitasnya. Australia juga masih melakukan pengetatan ekspor sampai populasi peternakan kembali pulih.

“Untuk saat ini nilai ekspor Australia tidak optimal melakukan ekspor. Hanya kisaran 40 sampai 44 persen, yang sebelumnya kisaran 70 hingga 80 persen. Sehingga atas pengetatan ekspor yang dilakukan itu terjadi fluktuasi harga. Itu kata mereka,” jelas Asnawi.

Asnawi juga menjelaskan bahwa saat ini 93 persen kebutuhan sapi nasional dipasok dari Australia. Sementara sapi dari peternakan lokal hanya berkontribusi sebesar 7 persen saja.

Pedagang Bakal Mogok 5 Hari

Knickers, sapi raksasa di Australia Foto: Channel 7's Today Tonight via AP

Menyikapi kenaikan harga sapi tersebut, pedagang bakal melakukan aksi mogok selama lima hari dimulai dari 28 Februari hingga 4 Maret 2022.

“Maka saat ini dengan adanya aksi libur selama lima hari kerja, Senin sampai Jumat, merupakan ekspresi yang mereka sampaikan ke pemerintah kalau kondisi mereka sudah bonyok lah bahasanya, sudah tidak lagi mampu berdiri,” ujarnya.

Untuk itu dengan adanya aksi ini Asnawi berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan upaya-upaya yang bisa menyelesaikan persoalan kenaikan harga daging sapi.

“Berharap sekali teman-teman pedagang adanya kebijakan pemerintah ada intervensi kenaikan harga. Kenaikan harga oke lah tapi tak sampai 15 persen, cukup 3-5 persen dari harga sebelumnya. Itu yang diharapkan teman-teman,” pungkasnya.