Pegadaian Prediksi Harga Emas Tembus Rp 1,5 Juta per Gram di 2024
·waktu baca 2 menit

PT Pegadaian (Persero) memprediksi harga emas bisa mencapai Rp 1,5 juta per gram pada 2024. Executive Vice President PT Pegadaian (Persero) Ferry Hariawan mengatakan, kenaikan harga instrumen investasi tersebut disebabkan salah satu komoditas safe haven atau aset yang aman di tengah konflik global yang tidak menentu.
"Jadi sebenarnya kalau dari sisi kami, disclaimer, kami kan sebagai penjualnya. Jadi kalau itu saya saya baca analisa dari salah satu analisa dari Bareksa kemarin. Jadi ada prediksi berbagai analis investasi,” ujar Ferry usai media gathering #GetWealthSoon di Jakarta, Selasa (6/8).
“Tentu dirangkum ada prediksi sampai harga segitu, Rp 1,5 juta. Ya, tahun ini," tambahnya.
Ferry menyebut berbagai sentimen yang membuat harga emas terus naik. Pertama, sentimen prediksi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed membuat investor beralih untuk memilih investasi safe haven yaitu emas.
Sentimen kedua, yaitu tensi geopolitik yang belum menentu di berbagai wilayah. Kemudian sentimen ketiga, yaitu pemilihan kepala daerah yang sedang terjadi di berbagai negara, tidak hanya di Indonesia.
Dengan tiga sentimen tersebut, banyak investor kini tertarik untuk berinvestasi emas. Pada saat pandemi COVID-19, transaksi emas di Pegadaian mencapai sebanyak 2 ton.
Hingga semester I 2024, PT Pegadaian telah menjual sebanyak 8,3 juta ton emas pada dengan jumlah sekitar 3,1 juta orang. Angka tersebut diperoleh dari beberapa jaringan distribusi antara lain di kantor PT Pegadaian, e-commerce, hingga perbankan.
Jumlah pembeli emas di Pegadaian meningkat dibanding semester I 2023. "Sebelumnya (di semester I-2023) kita berkisar di angka 7,4 juta-7,5 ton, sekarang sudah 8,3 ton,” tutur Ferry.
