Kumparan Logo

Pelindo III Garap Pengembangan Pelabuhan Bagendang dan Bumiharjo

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pelindo III. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pelindo III. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III hari ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan Wijaya Karya proyek perpanjangan dermaga di Pelabuhan Bagendang, dermaga multipurpose baru di Pelabuhan Bumiharjo, serta design and build terminal kalibaru tahap I. Kontrak kerja sama yang merupakan wujud sinergi BUMN tersebut mencapai Rp 1,02 triliun.

CEO Pelindo III, Ari Askhara, mengatakan seluruh proyek pengembangan kerja sama antara Pelindo III dan WIKA ini menggunakan sistem Building Information Modelling (BIM) dalam melakukan perencanaan pembangunan untuk proyek investasi ini.

“Diharapkan penerapan model Architecture, Engineering, Construction, Operation dan Maintenance (AECOM) di BIM bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan infrastruktur pelabuhan yang sedang dikembangkan,” kata Ari Askhara.

Pengembangan semua pelabuhan ini dilakukan untuk memberikan kelancaran arus logistik melalui penyediaan fasilitas, serta mengantisipasi perkembangan perekonomian suatu daerah karena banyak komoditas ekspor yang keluar dari Kalimantan Tengah lalu dikirim ke luar negeri melalui Pelabuhan Semarang.

Sementara pengembangan Pelabuhan Bagendang dilakukan karena arus barang perdagangan naik rata-rata 106% dari tahun 2016 ke 2017. Kunjungan kapal naik dari 1.075 unit menjadi 1.673 unit, arus petikemas tumbuh 143% dari 40.673 TEU’s menjadi 58.165 TEU’s, sedangkan pelayanan curah kering dari 927.261 Ton meningkat menjadi 1.009.643 ton.

Peningkatan yang cukup signifikan juga terjadi di Pelabuhan Bumiharjo. Arus petikemas naik 141% dari tahun 2016 sebanyak 28.135 TEU’s menjadi 39.743 TEU’s pada tahun 2017, begitu pelayanan curah kering tumbuh dari 958.799 Ton menjadi 1.166.692 Ton dengan total kunjungan kapal meningkat dari 1.042 unit menjadi 1.102 unit pada perbandingan periode yang sama.

Sedangkan pengembangan Terminal Kalibaru tahap I yang masuk ke area Pelabuhan Tanjung Emas dilakukan guna penataan area pelabuhan dengan sistem zonasi; sebagai zona curah, zona peti kemas internasional, zona terminal penumpang, dan cruise. Terminal Kalibaru nantinya akan menjadi zona curah untuk Pelabuhan Semarang.