Peluang Investasi Berbasis ESG di RI Makin Besar, BEI Siapkan Fasilitasnya
ยทwaktu baca 2 menit

Peluang bisnis industri berkelanjutan di Indonesia terus berkembang dan semakin besar. Hal ini membuat investor semakin melek terhadap aspek lingkungan suatu perusahaan, dengan melihat aspek Environmental, Social, and Governance atau ESG.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia (BEI), Ignatius Denny Wicaksono, menjelaskan investasi berkelanjutan berbasis ESG dalam kancag investasi asing (foreign investment) sangat besar peluangnya. Bahkan, aspek ESG sudah jadi kewajiban dalam pertimbangan investor.
"Hampir 85 persen dari seluruh investor global memperhatikan aspek environment sebelum berinvestasi di pasar saham dengan berbagai alasan, salah satunya untuk mengatur investment risk (risiko investasi)," jelas Denny saat DBSI Spring Festival 2022, Kamis (10/2).
Berdasarkan laporan Global Sustainable Investment Alliance 2021, investasi berkelanjutan saat ini berjumlah USD 35,3 triliun atau lebih dari sepertiga dari semua aset di lima pasar terbesar di dunia. Pada periode 2018-2020, terjadi peningkatan sebesar 15 persen dari sustainable and responsible investments (SRI) secara global.
Investasi berbasis ESG ini pun juga semakin berkembang di Indonesia. Menurut Denny, per Oktober 2021, sudah ada passive fund berbasis ESG sebanyak 15 produk dengan asset under management (AUM) sebanyak Rp 3,3 triliun.
"Kita expect hal ini akan terjadi dan harus siap, BEI terus menyiapkan dengan beberapa inisiatif yang align dengan dunia internasional lakukan seperti TCFD (Sustainable stock exchanges initiative) dan kita rajin meningkatkan awareness dan mewajibkan sustainability report," tutur Denny.
Selain itu, upaya BEI dalam fasilitasi investasi berbasis ESG ini juga dengan mewajibkan perusahaan buat pengungkapan laporan keuangan keberlanjutan, menerapkan ESG scoring, hingga penerbitan produk ramah lingkungan.
Denny pun mengungkapkan, ada banyak keunggulan bagi investor melihat aspek ESG sebelum berinvestasi. Jika investor masih awam dan tidak memiliki banyak waktu, investor bisa menggunakan ESG reporting index.
"Integrasi ESG dengan portofolio juga hasilnya berbanding lurus dengan return yang didapat. Kalau kita kedepankan ESG, kita selalu berpikir going forward untuk anak cucu kita, untuk bumi ini. Karena kita tidak melihat return saja tapi juga aspek lingkungan dan sustainability," tutupnya.
