Kumparan Logo

Pembangunan Bandara Internasional APT Pranoto Samarinda Telan Rp 1,8 T

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara APT Pranoto Samarinda (Foto: Dok. Pemprov Kaltim)
zoom-in-whitePerbesar
Bandara APT Pranoto Samarinda (Foto: Dok. Pemprov Kaltim)

Penyelesaian pembangunan 15 bandara baru terus dikebut oleh pemerintah hingga akhir tahun 2019. Salah satu yang sudah selesai pembangunannya adalah Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pembangunan bandara ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski sebagian APBN juga turut mendanai pembangunan bandara yang rencananya hari ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Mengenai pembangunan yang sudah selesai nanti dijelaskan Pak Dirjen (Perhubungan) kurang lebih Rp 1,8 triliun, di mana APBD lebih banyak di sini. APBN kurang lebih Rp 200 miliar," kata Budi Karya di Bandara Internasional APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (25/10).

Ke depan, kata Budi Karya, bandara ini masih akan terus dikembangkan dengan memperpanjang landasan atau runway dan terminal.

"Kita mengharapkan sumber dananya dari KSP (kerja sama pemanfaatan)," lanjut dia.

Menhub Budi Karya Sumadi (kedua dari kiri) di Samarinda, Kaltim. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menhub Budi Karya Sumadi (kedua dari kiri) di Samarinda, Kaltim. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Budi Karya menjelaskan, bagi pemerintah, mandat untuk membuat konektivitas di seluruh penjuru Tanah Air itu menjadi suatu kenyataan dan ini juga membahagiakan masyarakat Kalimantan Timur. Karena selama ini, untuk menuju Samarinda harus melalui Balikpapan terlebih dulu sehingga membutuhkan waktu yang lama.

"Dengan dihubungkan langsung dengan Jakarta, maka Samarinda akan menjadi suatu daerah potensi ekonomi dan wisata yang semakin baik," ucap Budi Karya.

Untuk panjang runway bandara ini menurut Budi Karya yaitu 2.250 meter. Diharapkan pesawat tipe Boeing 320, Airbus 320, serta Boeing 737 bisa mendarat di sini.

"Saat ini kita akan kembangkan dengan 1,5 juta (penumpang) tapi ke depan dengan restu Pak Presiden kita akan mengusulkan bandara ini akan lebih besar lagi," tuturnya.