kumparan
16 Februari 2020 12:46

Pembangunan Bandara Kediri Tahap I Telan Investasi Rp 9,2 Triliun

Ilustrasi Penumpang
Ilustrasi Penumpang Pesawat di Bandara. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pemerintah memastikan groundbreaking pembangunan Bandara Kediri akan dilakukan pada April 2020 mendatang, menyusul proses pembebasan lahan yang hampir rampung.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, progres pembebasan lahan sudah 98,4 persen selesai. Novie berharap, Pemda bisa cepat menyelesaikannya agar groundbreaking pembangunan Bandara Kediri dapat dilakukan sesuai rencana.
Dia menambahkan, Bandara Kediri rencananya akan dibangun dalam 3 tahap. Untuk tahap 1 diperkirakan nilai investasi yang digelontorkan, termasuk pembebasan lahan sekitar Rp 9,2 triliun.
Pada pembukaan nantinya Bandara Kediri tahap 1 dapat menampung sekitar 1,5 juta penumpang dan runway movement menampung 8 air traffic movement pada jam sibuk.
"Investasi tahap pertama, termasuk pembebasan lahan mencapai Rp 9,2 triliun," ujarnya berdasar keterangan tertulis, Minggu (16/2).
Novie Riyanto
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Berdasarkan rencana Kemenhub, Bandara Kediri akan difungsikan sebagai bandara pengumpan di jalur selatan Jawa. Sementara untuk airport hub di Jawa Timur adalah Bandara Juanda di Surabaya.
ADVERTISEMENT
"Jalur selatan Jawa seperti diketahui sangat berkembang. Ada Bandara Kertajati Jawa Barat, Bandara Jenderal Sudirman di Purbalingga Jawa Tengah, Bandara Wiradinata Tasikmalaya, Jawa Barat. Bandara Kediri ini menjadi jalur tersendiri untuk melayani Jawa Selatan yang padat sekali," ucapnya.
Menurut Novie, Bandara Kediri akan melayani masyarakat di 6 Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Madiun, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Kediri dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa.
Bandara Kediri direncanakan memiliki fasilitas runway 3300x45 m2 dan dilengkapi fasilitas penunjang (kategori PKP-PK) serta fasilitas sisi darat (terminal penumpang, terminal cargo, parkir kendaraan). Pembangunan bandara dilakukan di lahan seluas 450 hektare.
Sebagai informasi, proyek pembangunan bandara ini menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan pembiayaan seluruhnya mulai dari pembebasan lahan sampai ke pembangunan bandara menggunakan dana dari PT Gudang Garam Tbk.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan