Kumparan Logo

Pembangunan LRT Ratu Prabu Senilai Rp 415 T Masuki Tahap Administrasi

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uji coba LRT Palembang (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba LRT Palembang (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Pada awal tahun 2018, PT Ratu Prabu Energi Group berencana membangun Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang 485 km dengan anggaran Rp 415 triliun.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Edy Junaidi, Ratu Prabu telah menyampaikan proposal pembangunan proyek LRT tersebut kepada pihaknya, beberapa waktu lalu.

“Sekarang masih tahap diskusi, kan mereka sudah menyampaikan proposal,” katanya saat ditemui di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7).

Dia menyampaikan, setelah ini langkah yang harus diambil Ratu Prabu adalah menyusun dokumen pre feasibility study, feasibility study, dan pre qualification untuk membuat proyek itu bisa dikerjasamakan dengan pihak lain.

PT Ratu Prabu Energi Group, Burhanuddin Nur Maras (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PT Ratu Prabu Energi Group, Burhanuddin Nur Maras (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

“Kalau dia lolos (dari seluruh dokumen yang disusun) bisa lanjut. Itu ada berbagai pihak nanti yang menilai,” papar Edy.

Dia menambahkan, Ratu Prabu dalam proyek LRT itu diposisikan sebagai perusahaan pemrakarsa. Jika di tahap administrasi lolos, nantinya proyek itu akan diproses oleh UPT Public Private Partnership (PPP) milik Pemprov DKI Jakarta.

“Baru (kalau lolos administrasi) secara resmi kita buka (proyek itu) dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha). Ada UPT-nya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Direktur PT Ratu Prabu Energi Group, Burhanuddin Bur Maras membeberkan, bank dari China, Korea Selatan, dan Jepang berminat untuk memberi pinjaman dalam pembangunan proyek itu.