Kumparan Logo

Pemerintah Akan Impor 180 Ribu Kilo Liter BBM Standar Euro 4

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk tangki BBM di jalur mudik (Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Truk tangki BBM di jalur mudik (Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA)

Pemerintah akan memgimpor 180 ribu kilo liter (KL) BBM berstandar Euro 4 mulai tahun ini. Impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bensin untuk mesin pada mobil-mobil mewah.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, jumlah impor Euro 4 yang akan diimpor merupakan 100% dari kebutuhan yang diperlukan. Impor dilakukan selagi menunggu kilang-kilang modifikasi Pertamina atau Refinery Development Master Plan (RDMP) selesai dibangun.

“Selama kilang kita belum siap, RDMP belum selesai, kilang juga belum selesai, ya sementara untuk penuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu maka sementara ini Pertamina mengimpor sebesar 180 ribu KL untuk kendaraan-kendaraan mewah seperti Ferrari dan sebagainya untuk kebutuhan,” kata Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/5).

Saat ini, Pertamina tengah menjalankan 4 proyek RDMP alias modifikasi di Kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai. Seluruh proyek kilang itu nantinya akan mulai memproduksi BBM Euro 5.

Peresmian SPBU BBM 1 Harga (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian SPBU BBM 1 Harga (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

Djoko menyebut, pembangunan kilang modifikasi saat ini masih berjalan. Kilang-kilang itu ditargetkan akan selesai bertahap dari 2023-2025.

Dalam Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017, pemerintah mewajibkan seluruh produksi kendaraan bermotor roda empat dan lebih menerapkan standar emisi Euro 4.

Kewajiban ketersediaan BBM jenis Euro 4 juga untuk menyambut gelaran Asian Games yang akan berlangsung pada September mendatang dan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali Oktober mendatang.

Djoko juga membantah, adanya pembangunan kilang BBM standar Euro 4 (setara Pertamax Turbo) untuk menggeser keberadaan BBM Premium (Euro 2) yang masih dibutuhkan masyarakat. Dia juga sudah berkoordinasi dengan Gaikindo.

“Sebetulnya ini bukan menggeser tapi memang ada kebijakan di Paris waktu itu bahwa Kementerian KLH juga sudah mengeluarkan peraturan menteri bahwa Euro 4 sudah harus mulai ada di Indonesia. Gaikindo siap saja jika BBM nya siap untuk memproduksi mobil yang mesin-mesinnya Euro 4,” katanya.