Pemerintah Australia Gelontorkan USD 11,4 Miliar Perangi Virus Corona

Pemerintah Australia bakal menggelontorkan dana sebesar AUD 17,6 miliar (setara USD 11,4 miliar) sebagai stimulus dalam memerangi wabah virus corona. Seperti diketahui saat ini wabah corona virus telah memicu resesi, membuat semakin banyak pembatasan perjalanan apalagi setelah virus ini dideklarasikan sebagai pandemi.
Dilansir dari Reuters, Minggu (15/3), paket stimulus ini merupakan yang pertama digelontorkan Australia sejak krisis keuangan global pada 2008. Diharapkan, adanya stimulus ini dapat membantu Australia mencegah resesi dan mempercepat pemerintah untuk mengurangi dampak virus corona ke perekonomian negara.
Meskipun hanya menjangkiti sekitar 140 warga Australia dengan tiga orang dikonfirmasi meninggal dunia, ekonom memperkirakan wabah ini bakal menyebabkan tekanan pada pertumbuhan ekonomi Australia di kuartal kedua.
Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan stimulus dana tersebut akan digunakan pemerintah Australia untuk mensubsidi upah 120.000 pekerja magang serta tunjangan kesejahteraan senilai hingga AUD 25.000 bagi usaha kecil.
"Saya tahu banyak orang Australia yang cemas tentang hal ini dan kami masih memiliki jalan panjang, tetapi yakinlah kami mengambil tindakan dan kami memang memiliki rencana yang jelas," kata Morrison.
Lebih dari 6 juta penerima tunjangan kesejahteraan, terutama pensiunan dan warga yang menganggur, akan mendapatkan pembayaran tunai sebanyak satu kali sebesar USD 750 mulai 31 Maret mendatang.
Menurutnya jika dana tersebut disalurkan segera maka stimulus ini akan berpotensi meningkatkan perekonomian sebesar 1,5 persen pada kuartal kedua. Seperti diketahui Australia belum pernah mengalami kontraksi ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut setidaknya sejak awal 1990-an.
“Paket ini tidak akan membebani ekonomi secara super. Juga tidak menjamin bahwa ekonomi tidak akan tergelincir ke dalam resesi. Tetapi ini adalah langkah pertama yang baik,” ujar Craig James, kepala ekonom Commonwealth Bank of Australia.
Berita tentang stimulus ini dirilis beberapa menit sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan larangan 30 hari perjalanan masuk dari benua Eropa, membuat saham Australia turun sekitar 3 persen.
Meski demikian, efek dari paket stimulus tetap tidak jelas, sedangkan di sisi lain pandemi virus makin meluas.
"Apakah resesi dapat dihindari masih merupakan pertanyaan terbuka karena manajemen krisis kesehatan COVID-19 menentukan dampak ekonomi," kata seorang analis dari ANZ Bank.
Lebih lanjut untuk menghentikan penyebaran penyakit, pemerintah Australia mengatakan akan memperpanjang satu minggu larangan perjalanan dari dan ke China, Iran, Korea Selatan dan Italia. Sementara itu komite kesehatan darurat akan meninjau apakah mereka juga akan melakukan larangan perjalanan ke seluruh Eropa.
Aktor Tom Hanks mengatakan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa ia dan istrinya, Rita Wilson, telah dites dan dinyatakan positif virus corona saat tengah berada di Australia untuk shooting film. Hanks mengatakan mereka akan diuji, diamati dan diisolasi seperti yang diminta oleh otoritas kesehatan setempat.
Lembaga pemeringkat S&P mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan perekonomian Australia akan jatuh ke dalam resesi pada paruh pertama tahun 2020. Namun posisi fiskal pemerintah yang kuat tidak akan mengancam peringkat kredit Australia dari level 'AAA'.
