Kumparan Logo

Pemerintah Bakal Groundbreaking Giant Sea Wall Berbasis Mangrove di Demak

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agus Harimurti Yudhoyono usai The Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Agus Harimurti Yudhoyono usai The Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) mengungkap kelanjutan dari proyek Giant Sea Wall (GSW). Nantinya, groundbreaking tahap awal akan dilakukan dengan program GSW nature-based solution berbasis mangrove di Demak, Jawa Tengah.

Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko IPK Nazib Faizal menjelaskan hal itu akan dilakukan pada bulan ini.

“Iya (bulan ini) satu titik, di Demak, Semarang. Tanggalnya belum bisa bilang pokoknya Oktober ini,” kata Najib ditemui usai The Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10).

Najib belum memberi detail terkait anggarannya. Namun, ia mengungkap terdapat porsi APBN serta porsi dari CSR.

Dalam kesempatan itu Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari groundbreaking program GSW. Langkah nature-based solution tersebut menurut AHY penting karena konsep GSW yang ia usung adalah konsep hibrida yang tak hanya bertumpu lada infrastruktur keras.

Di samping itu, AHY juga menjelaskan sudah melakukan diskusi dan mendapat laporan dari Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf.

Suasana pembangunan tanggul laut (Giant Sea Wall) di daerah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

"Dua minggu lalu saya berdiskusi (dengan Didit) memang benar ada rencana untuk groundbreaking program. Maksudnya dalam konsep besar GSW, karena kalau dibayangkan GSW sebagai bangunan konkrit semata saya khawatir kurang lengkap karena kita ingin hybrid. Tidak semata grey infrastruktur,” ujarnya.

Sementara terkait detail titik groundbreaking, AHY menyebut hal itu akan dilaksanakan di Timbul Seloko, Demak.

“Sebetulnya ada pendekatan lain yang juga lebih tepat, dengan menggunakan sifatnya yang lebih alami, nature-based solution. Inilah yang akan kita groundbreaking terlebih dahulu di Timbul Seloko itu di Kabupaten Demak,” kata AHY.

Sebelumnya, AHY sempat menjelaskan groundbreaking GSW memang akan dibagi menjadi dua tahap. Beberapa daerah yang menjadi fokus adalah Teluk Jakarta di mana nantinya pemerintah pusat juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta. Selain itu, beberapa titik lain seperti Semarang, Kendal dan Demak juga dipandang AHY sebagai daerah yang paling rentan selanjutnya.

“Nah, ini masih terus dimatangkan, walaupun ada rencana yang dinamakan groundbreaking program. Baru setelah itu, berikutnya baru groundbreaking fisik. Nah, ini juga kami akan terus mengawalnya terlebih dahulu. Nanti bisa di-update berikutnya oleh BOPPJ untuk timeline berikutnya,” kata AHY ditemui di Aula BRIN, Jakarta Pusat pada Senin (14/9) usai Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu.