Pemerintah Bakal Mutakhirkan Konsep Tanggul Laut Raksasa Pantura
·waktu baca 2 menit

Pemerintah akan melakukan harmonisasi atau pemutakhiran terhadap konsep Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa. Nantinya, hal ini akan dilakukan karena sebelumnya pemerintah sudah memiliki sejumlah konsep GSW yang pernah dirumuskan.
Menko Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuturkan langkah ini juga akan dilakukan dengan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.
“Intinya adalah kami terlebih dahulu akan melakukan harmonisasi atau memutakhirkan karena sejumlah konsep sudah pernah dirumuskan, sudah pernah dibuat oleh sejumlah lembaga dan tentu setelah ada Badan Otorita kami akan mengharmoniskan, mensinkronisasi segala sesuatunya,” kata AHY di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (9/9).
Mengenai persentase target investasi, AHY menuturkan saat ini belum ada penetapan target. Saat ini, progres GSW masih ada pada tahap studi awal yang nantinya juga dimungkinkan untuk melibatkan unsur dari luar negeri.
"Ada. Dalam dan luar negeri, sejumlah negara. Tentu kita sedang pertimbangkan masak-masak semuanya," ujarnya.
Terkait urgensi pembangunan GSW, AHY menjelaskan bahwa secara kontur geografis, kondisi pantai utara Jawa memang mengalami penurunan muka tanah yang buruk.
Meski demikian, nantinya tetap akan ada konsep kombinasi antara tanggul laut dengan tanggul pantai maupun hutan mangrove yang disesuaikan pada kondisi masing-masing daerah.
“Jadi mau tidak mau harus ada tanggul laut. Sekian kilometer di depan dari pantai. Tapi ada yang masih bisa dengan penguatan tanggul pantai, tidak perlu tanggul laut (tapi) tanggul pantai. Nah ada juga yang tidak terlalu parah, justru dengan mangrove lebih bagus gitu, lebih efektif dan lebih efisien. Jadi nanti akan ada kombinasi,” kata AHY.
