Pemerintah Bakal Revitalisasi 20,4 Ribu Hektare Tambak Ikan di Pantura Jabar
·waktu baca 2 menit

Pemerintah akan merevitalisasi 20.413,25 hektare tambak ikan di pantai utara (Pantura) Jawa Barat. Ini merupakan langkah awal dari rencana untuk revitalisasi tambak di sepanjang Pantura Jawa.
Terkait revitalisasi di sepanjang Pantura Jawa Barat, revitalisasi akan dilakukan di 4 kabupaten yakni Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono juga menuturkan program ini akan berdampak pada serapan tenaga kerja.
“Ini akan menyerap tenaga kerja lebih dari 100 ribu orang, yang dedicated langsung tidak kurang dari 40 ribu orang, dibutuhkan rumah juga 40 ribu dan itu harus dipenuhi oleh masyarakat Jawa Barat,” kata Trenggono dalam Penandatanganan MoU Perikanan Budidaya Tambak dengan Pemerintah Daerah Jabar di Kantor Kementerian KP, Jakarta Pusat pada Rabu (25/6).
Revitalisasi tambak di Pantura Jabar ini merupakan tahap awal di mana dalam prospek panjang Trenggono menjelaskan Kementerian KP akan merevitalisasi 78 ribu hektare tambak kurang produktif di sepanjang Pantura Jawa. Untuk investasi ikan budidaya di tambak-tambak Pantura Jawa Barat seluas 20.413,25 hektare dibutuhkan Rp 26 triliun.
Langkah revitalisasi tambak di Pantura Jawa Barat ini juga dilakukan untuk menaikkan produksi ikan tambak yang mana saat ini masih cukup rendah di angka 0,6 ton per hektare per tahun. Dengan adanya revitalisasi maka volume produksi diperkirakan bisa meningkat hingga 1,18 juta ton per hektare per tahun dengan nilai produksi mencapai Rp 30,65 triliun
Revitalisasi dilakukan untuk mengubah desain tambak menjadi lebih modern, setelah revitalisasi juga akan terbangun tambak dengan sistem manajemen terpadu. Nantinya pembangunan untuk revitalisasi akan dimulai pada tahun 2026.
Untuk revitalisasi tambak di Pantura Jawa Barat sebagai tahap awal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan anggaran yang digunakan kurang lebih adalah Rp 2 triliun. Dedi juga melihat masyarakat Indonesia masih memiliki potensi ekonomi di laut yang belum banyak dimanfaatkan.
“Laut itu adalah kekayaan alam Indonesia yang paling besar. Tetapi sampai hari ini, fokus berpikir kita masih di darat. Masih berputar rejeki di darat dan hampir melepaskan laut yang luas,” kata Dedi Mulyadi.
Selain revitalisasi tambak, Dedi Mulyadi juga ingin menggandeng Kementerian KP untuk melakukan pembenahan beberapa keramba yang ada di wilayah Jawa Barat.
“Selain itu, nanti saya mengajak pada bersama-sama dengan Pak Menteri, satu, membenahi keramba di Jatiluhur, Cirata, dan Saguling. Membenahi eceng gondok yang sudah tingkatnya mencemaskan,” ujarnya.
