Kumparan Logo

Pemerintah Batalkan Pensiun Dini PLTU Cirebon-1, Siap Cari Alternatif Lain

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ditemui di Kantor Pos Jakarta Timur, Kamis (4/12/2025).  Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ditemui di Kantor Pos Jakarta Timur, Kamis (4/12/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Pemerintah membatalkan rencana pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1. Saat ini, pemerintah akan mencari alternatif PLTU pengganti PLTU Cirebon-1 untuk dipensiunkan lebih awal (early retirement).

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu pertimbangan PLTU Cirebon-1 tidak jadi pensiun dini karena pertimbangan teknis bahwa PLTU tersebut masih layak secara teknologi dan berumur panjang.

PLTU Cirebon-1 termasuk PLTU dengan teknologi supercritical, yakni PLTU berbasis batu bara yang lebih modern dan efisien dibandingkan PLTU konvensional (subcritical).

PLTU supercritical bekerja pada tekanan dan suhu uap sangat tinggi (di atas titik kritis air), sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan lain seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx).

"Jadi salah satunya ada pertimbangan teknis, karena Cirebon itu salah satunya yang umurnya masih panjang, dan teknologinya juga sudah supercritical dan relatif itu lebih baik," ungkap Airlangga saat konferensi pers, Jumat (5/12).

Airlangga memastikan pemerintah menyiapkan pengganti PLTU tua yang beremisi lebih tinggi dibandingkan PLTU Cirebon-1. Hanya saja, dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait daftar atau pipeline PLTU yang lebih mendesak.

kumparan post embed

"Sehingga nanti dicarikan alternatif lain yang usianya lebih tua, dan lebih terhadap lingkungannya memang sudah perlu di-retired. Alternatifnya PLTU juga," jelasnya.

Saat ditanya lebih lanjut terkait daftar PLTU yang akan lebih dulu pensiun, Airlangga menyebutkan kajian tengah dilakukan oleh PT PLN (Persero). Dia hanya menyebutkan lokasinya masih di Pulau Jawa.

"Nantinya ada PLTU yang lebih tua, karena banyak PLTU yang tua, (lokasinya) di Jawa juga. Ada pipeline-nya, PLN lagi nge-list. Nanti tanya PLN," katanya.

Airlangga juga memastikan tidak ada masalah pada nasib pendanaan pensiun dini PLTU Cirebon-1 yang digelontorkan Asian Development Bank (ADB) melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM).

"Nanti di-switch, enggak ada masalah," ujarnya singkat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi usai acara peresmian proyek pembangkit EBT di 15 provinsi, di Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan analisis pensiun dini PLTU mengacu kepada Peraturan Menteri (Permen) ESDM No Tahun 2025.

"Jadi data pendukung dari Permen tersebut itu sudah mengidentifikasikan. Kalau nggak salah 175 PLTU yang ada, itu dikasih analisis mana yang paling buruk dampaknya dari emisi, dari masalah efek dari ke tenaga kerja juga nanti bagaimana," jelas Eniya.

Meski begitu, Eniya enggan menyebutkan PLTU apa saja yang sudah masuk dalam pipeline, apakah PLTU Suralaya atau PLTU Paiton yang sempat diisukan akan disuntik mati, karena masih banyak yang lebih buruk.

"Kita punya kriteria untuk melakukan early retirement of PLTU. Nah, kalau kita sebetulnya sedang membahas ya. Cirebon atau yang lain begitu itu on the list. Itu masih ada yang lebih buruk lagi (dari Suralaya dan Jawa). Nanti kita cari itu," tandas Eniya.

Sebelumnya, Wamen ESDM Yuliot Tanjung mengungkap program pensiun dini PLTU Cirebon-1 masih tersendat karena pendanaan, meski pembangkit tersebut telah masuk daftar prioritas.

"Jadi ya kita lagi konsolidasikan mana yang akan dilakukan pensiun ini. Salah satu yang ini, yang kita sudah agak mengerucutkan Cirebon 1, tapi ini masalah pendanaannya yang belum selesai," ujar Yuliot ketika ditemui di kantornya, Jumat (28/11).

instagram embed