Pemerintah Bidik Batam Jadi Kota Digitalisasi Hubungkan Indonesia-Singapura

Kota Batam tengah dipersiapkan pemerintah sebagai kota digitalisasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kawasan Batam nantinya akan menjadi jembatan bagi perekonomian digital dua negara yaitu Singapura dan Indonesia.
"Batam memiliki keunggulan geo-strategis karena lokasinya yang dekat dengan Singapura dan dengan demikian dapat berfungsi sebagai jembatan digital untuk menghubungkan Singapura ke kota-kota lain yang sedang berkembang di Indonesia," ujar Airlangga dalam Peluncuran Kawasan Nongsa D-Town secara virtual, Selasa (2/3).
Menurut Airlangga, hal tersebut sangat penting sebab Indonesia dan Singapura memiliki hubungan ekonomi yang kuat. Singapura adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia dan sebaliknya.
Salah satu sorotan kerja sama bilateral Indonesia-Singapura yang baru-baru ini disahkan, adalah pengembangan industri digital di Batam melalui pembentukan pusat data.
Di sisi lain, menurut Airlangga, pembangunan kawasan digital juga sangat penting bagi masa depan perekonomian bangsa. Selama pandemi, teknologi digital telah membantu perusahaan dan pemerintah merampingkan proses bisnis yang kompleks dan mempromosikan lingkungan kerja yang lebih praktis dan fleksibel.
Airlangga pun memprediksi pergeseran budaya kerja ke arah digitalisasi tersebut justru akan semakin marak pasca pandemi nanti. Untuk itulah menurutnya pengembangan kawasan industri digital perlu didorong sejak dini.
"Pasca pandemi, saya meramalkan perlunya bisnis menjadi lebih adaptif terhadap transformasi teknologi dan agar pekerja lebih paham akan digitalisasi," ujarnya.
Apalagi pengembangan industri digital di Batam juga sejalan dengan strategi pembangunan tematik kota Batam dalam Masterplan Percepatan Pembangunan di wilayah Batam-Bintan-Karimun-Tanjungpinang.
Dalam masterplan tersebut pemerintah menargetkan perekonomian di kawasan BBKT bisa tumbuh 5,8 persen di 2020-2025. Namun untuk mencapai target tersebut maka BBKT membutuhkan investasi sebesar rata-rata Rp 75 triliun per tahun.
Dengan adanya pembangunan tematik ini Airlangga pun optimistis, Batam akan memberikan kontribusi paling besar dibanding wilayah lain.
"Di antara wilayah lainnya, Batam akan memainkan peran yang signifikan karena diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap total investasi yang masuk ke wilayah tersebut," ujarnya.
