Kumparan Logo

Pemerintah Dorong Ekspor Produk Gula Semut Asal Purbalingga

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
MoU LPEI dengan Kemenperin. Foto: LPEI
zoom-in-whitePerbesar
MoU LPEI dengan Kemenperin. Foto: LPEI

Pemerintah memperkuat sinergi untuk mendorong ekspor UMKM. Hal itu dilakukan salah satunya melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengembangkan desa devisa pada produk gula semut hingga ke pasar global.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso dan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin Reni Yanita.

"Selain pembiayaan, LPEI proaktif membentuk ekosistem yang produktif dan menjaga keberlanjutan ekspor segmen UKM dengan berbagai kegiatan jasa konsultasi guna mengembangkan ekspor UKM, di antaranya melalui Program Desa Devisa,” ujar Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso melalui keterangannya, Rabu (1/6).

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyambut baik kerja sama dengan LPEI dalam pengembangan sentra IKM potensi ekspor melalui program pengembangan klaster komoditi ekspor Program Desa Devisa dengan berbasis pemberdayaan masyarakat atau komunitas.

Pilot project kerja sama antara LPEI dengan Kemenperin diawali dengan pengembangan kapasitas para pelaku usaha di sentra IKM gula palma di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Indonesia merupakan negara pengekspor utama gula palma di dunia, dengan nilai ekspor produk berbahan dasar nira kelapa/gula aren/gula siwalan mencapai 36,5 ribu ton dengan nilai USD 49,3 juta pada 2019, dan meningkat menjadi 39,4 ribu ton dengan nilai USD 63,5 juta di tahun 2020,” kata Reni.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan apresiasi kepada Sutomo yang membangun KUB Central Agro Lestari. Sutomo merupakan seorang petani generasi ketiga, sarjana teknik yang peduli terhadap masyarakat Bumisari dengan pengolahan gula kelapa menjadi gula semut.

Prosesnya pun dilakukan oleh suami istri yang artinya ekonomi desa tergerak dari mulai rumah tangga. "Upaya masyarakat untuk memenuhi persyaratan dan sertifikasi ekspor untuk gula semut juga patut kita apresiasi," kata Dyah.

Dari desa yang berada di ketinggian 500 meter dari permukaan laut (MDPL), menurutnya, Indonesia semakin menggema dengan produk gula semut.

LPEI bersama dengan Kemenperin juga sepakat untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Purbalingga serta KUB dan Koperasi setempat untuk mendukung ekspor produk gula semut serta dalam mendukung pemberdayaan petani dan pengrajin gula semut.

Sebaga Special Mission Vehicle (SMV) dalam peningkatan ekspor nasional, melalui Desa Devisa Klaster Gula Semut, LPEI memberikan dapur bersih dan kotak penyimpanan yang akan mampu meningkatkan penyimpanan hingga 95 liter.

Selain itu, berbagai pelatihan dan pendampingan peningkatan kapasitas petani juga diberikan. Sehingga, produk gula semut Kabupaten Purbalingga dapat menjadi produk unggulan yang sustain menembus pasar global.