Kumparan Logo

Pemerintah Gelar Pasar Murah Serentak di 342 Lokasi Jelang Idul Adha

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional. Foto: Badan Pangan Nasional
zoom-in-whitePerbesar
Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional. Foto: Badan Pangan Nasional

Pemerintah menggelar pasar murah serentak pada hari Senin (26/6) di 342 titik lokasi yang tersebar di 301 Kabupaten/Kota di Indonesia. Hal ini guna menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan daya beli masyarakat pada komoditas pangan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idul Adha.

Kegiatan pasar murah bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional tersebut diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, pelaku usaha (BUMN, BUMD, dan swasta), serta asosiasi.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan, melalui kegiatan GPM serentak ini masyarakat khususnya di sekitar kabupaten/kota pelaksana, bisa mendapatkan kebutuhan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau untuk memenuhi konsumsi sehari-hari atau untuk mempersiapkan pelaksanaan hari raya Idul Adha.

“Setiap menjelang HBKN, kita selalu tingkatkan intensitas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah seperti hari ini menjelang Idul Adha. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan konsumsi masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi nasional yang saat ini per Mei 2023 sudah melandai di angka 4 persen,” tutur Arief di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (26/6).

Peluncuran Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (26/6/2023). Foto: Badan Pangan Nasional

Arief berharap melalui pasokan pangan yang terjangkau secara luas, kebutuhan masyarakat terpenuhi, daya beli terjaga, serta inflasi di bulan Juni ini bisa terkendali dan tetap kembali turun. Pelaksanaan GPM serentak digelar di 342 titik dengan melibatkan dinas yang menangani urusan pangan di tingkat Provinsi dan di tingkat Kabupaten/Kota sebagai pelaksana di daerah masing-masing.

Seperti pada umumnya setiap pelaksanaan GPM, para pemasok yang terdiri BUMN Pangan seperti Perum BULOG dan ID FOOD, BUMD, Asosiasi, Koperasi atau Gapoktan, serta pelaku usaha setempat lainnya menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok untuk dijual dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar.

Sejumlah komoditas tersebut meliputi beras, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, gula, minyak goreng, serta aneka sayuran dan buah-buahan.

“Kita sengaja luncurkan GPM Serentak Nasional ini pada H-3 sebelum Idul Adha, itu waktu yang ideal untuk masyarakat membeli kebutuhan pangan, khususnya untuk hari raya,” jelasnya.

Beberapa daerah bahkan melaksanakan GPM lebih dari 1 hari, ada yang melaksanakan dari tanggal 26 sampai 27 atau 28 Juni. Seluruh produk pangan yang dijual harganya di bawah harga pasar atau tidak melebihi Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Arief menambahkan, hal istimewa lainnya dari pelaksanaan GPM Serentak Nasional kali ini adanya pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Rekor Gerakan Pangan Murah Serentak di Lokasi Kabupaten/Kota terbanyak.

“Pemecahan Rekor MURI ini bentuk komitmen pemerintah untuk menjadikan pemenuhan pangan masyarakat yang terjangkau sebagai prioritas. Hal ini juga untuk menggelorakan semangat GPM kepada seluruh stakeholder pangan, terutama pemerintah daerah agar semakin giat dan masif melaksanakan kegiatan seperti ini, mengingat GPM bisa menjadi instrumen pengendali inflasi daerah yang sangat efektif,” imbuhnya.

instagram embed

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pengendalian harga pangan melalui GPM merupakan langkah yang penting, mengingat pangan merupakan bagian dari kelompok kebutuhan yang harganya berubah-ubah atau volatil, sehingga sangat mempengaruhi inflasi.

GPM Serentak ini, menurutnya juga merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk pengendalian harga pangan di daerah. “Banyak hal-hal yang teman-teman pemerintah daerah tidak bisa lakukan penuh, karena keterbatasan fiskal, kewenangan mereka dan lain lain, untuk itulah intervensi pemerintah diperlukan. Salah satunya melalui GPM oleh pemerintah pusat. Apalagi menjelang permintaan naik di Idul Adha,” tuturnya.

Dalam rangka pengendalian inflasi, Tito mengaku pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah dari mulai rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah, Satgas Pangan harus bekerja melakukan monitoring cek pasar setiap hari, termasuk gerakan pangan dan operasi pasar murah, serta kerja sama antar daerah, dan subsidi transportasi menggunakan belanja tidak terduga. “Jadi semua instrumen di daerah kita minta untuk bergerak,” ucap Tito.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, kegiatan GPM dapat memperpendek rantai distribusi pangan. “Sehingga masyarakat akan mendapatkan harga terbaik. Ini kunci kita akan sukses karena kolaborasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono menyampaikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan melalui GPM menjadi penting. Menurutnya, ini merupakan bentuk perhatian terhadap upaya pengendalian inflasi.

“Berdasarkan data BPS inflasi Mei 2023 sudah 4 persen. Artinya menurut perkiraan BI itu bisa terjadi bulan September. Tapi berkat kerja sama kita hari ini, 4 persen itu sudah maju 3 bulan. Tentunya semua inflasi semua kelompok turun, termasuk volatile food yang sekarang posisinya sudah di 3,28 persen,” ungkap Doni.

Ia menegaskan, BI berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan GPM di daerah. “Kami punya 34 kantor di provinsi dan 8 di kabupaten/Kota atau 46 kantor perwakilan, siap untuk mendukung GPM,” tegasnya.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, BUMN mendukung kegiatan untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui 3 inisiatif utama. Di antaranya melalui sejumlah program yang dilakukan oleh Holding BUMN Pangan ID FOOD dan Perum BULOG, seperti penguatan on farm untuk mendukung produksi, optimalisasi kegiatan off take, dan melakukan efisiensi rantai pasok di sektor pangan.

Dalam kegiatan GMP Serentak Nasional ini, kontribusi BUMN melalui ID FOOD dan BULOG berperan menjadi supplier. ID FOOD berperan memasok produk pangan di 91 titik dan BULOG berperan di 256 titik pelaksanaan GPM.