Kumparan Logo

Pemerintah Gelontorkan Bansos Rp 139,9 T hingga November 2024

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Kantor Pos memotret warga penerima bantuan sosial atau Bansos di kantor Pos Bandar Lampung, Lampung, Kamis (14/4/2022).  Foto: Ardiansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Kantor Pos memotret warga penerima bantuan sosial atau Bansos di kantor Pos Bandar Lampung, Lampung, Kamis (14/4/2022). Foto: Ardiansyah/ANTARA FOTO

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pemerintah telah menggelontorkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 139,9 triliun sampai November 2024.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut angka ini turun 1,4 persen dari tahun lalu sebesar Rp 141,9 triliun.

“Belanja bansos, bantuan sosial, ini adalah yang dinikmati oleh masyarakat kita Rp 139,9 triliun. Kalau dilihat dari tahun lalu Rp 141,9 triliun ini turun 1,4 persen,” ungkap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada Rabu (11/12).

Walau demikian, Suahasil menjelaskan angka ini bukan angka keseluruhan penyaluran bansos di 2024 karena nanti jumlah penyaluran yang lengkap akan terlihat di data bulan Desember.

“Tapi ini adalah karena pergeseran saja, jadi nanti pada tutup tahun bulan Desember kita akan lihat angkanya akan kita collect, mudah-mudahan pergeserannya tidak terpengaruh dengan pergeseran penyaluran, karena PKH (Program Keluarga Harapan (PKH) itu dan kartu sembako triwulan III dan IV ada yang geser-geser tadinya di Himbara lalu tadinya di PT Pos ke Himbara,” lanjutnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) berbincang dengan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kiri) dan Suahasil Nazara (tengah) sebelum memberikan keterangan pers APBN KiTa edisi November 2024 di Jakarta, Jumat (8/11/2024). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Untuk PKH penyaluran tercatat sebesar Rp 24,5 triliun untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta penyaluran kartu sembako sebesar Rp 39,6 triliun untuk 18,7 juta KPM.

Sedangkan untuk Program Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp 42,3 triliun untuk 96,7 juta peserta, Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp 14,9 triliun untuk 21,1 juta siswa dan Kartu Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp 13,96 triliun untuk 1,1 juta mahasiswa. Selain itu, belanja bansos juga dialokasikan untuk tanggap darurat bencana sebesar Rp 2,2 triliun.

Suahasil menjelaskan bansos juga membantu peningkatan daya beli. Hal ini karena bansos dapat dinikmati penerima seperti anak didik, keluarga dan individu secara langsung.

“Belanja bansos ini karena dinikmati langsung, mengalir langsung dan dinikmati langsung oleh anak didik, oleh keluarga, oleh individu ini juga yang telah membantu daya beli tadi,” jelas Suahasil.