Pemerintah Gelontorkan Rp 9,95 T untuk Hilirisasi Tebu-Lada
·waktu baca 2 menit

Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 9,95 triliun untuk hilirisasi sektor perkebunan yang nantinya akan digunakan untuk biaya benih dan tanam komoditas tebu sampai lada. Anggaran tersebut nantinya digelontorkan secara berkala dari 2025 sampai 2027.
Pada 2025, anggaran yang digelontorkan adalah Rp 2,64 triliun, 2026 Rp 5,83 triliun dan 2027 adalah Rp 1,58 triliun. Dari anggaran tersebut, proyeksi yang dapat dihasilkan mencapai Rp 138,49 triliun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan, anggaran tersebut saat ini juga sudah ada dan akan disalurkan ke pemerintah daerah terkait sesuai potensi hilirisasinya masing-masing.
“Sekarang anggarannya sudah ada. Bapak Presiden tambahkan, mulai sekarang kerja. Anggarannya ada Rp 9,95 (triliun), ini (hampir) Rp 10 triliun untuk perdana. Ini sudah cair,” kata Amran dalam rapat percepatan hilirisasi komoditas perkebunan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Senin (22/9).
Adapun anggaran tersebut akan digunakan untuk hilirisasi beberapa komoditas yakni tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan lada/pala.
Untuk tebu, target tanam dari hilirisasi tersebut adalah 200 ribu hektare dengan proyeksi serapan tenaga kerja sebesar 700 ribu orang. Untuk komoditas ini, biaya hilirisasi meliputi benih dan tanam yang digelontorkan adalah Rp 2,27 triliun yang diproyeksi dapat menghasilkan Rp 23,20 triliun.
Selanjutnya ada kakao, target tanam dari hilirisasi komoditas tersebut adalah 248.500 hektare dengan proyeksi serapan tenaga kerja sebesar 122.667 orang. Biaya hilirisasi meliputi benih dan tanam yang digelontorkan adalah Rp 3,47 triliun yang diproyeksi dapat menghasilkan Rp 67,10 triliun.
Untuk kelapa, target tanam dari hilirisasi komoditas tersebut adalah 221.890 hektare dengan proyeksi serapan tenaga kerja sebesar 250 ribu orang. Biaya hilirisasi meliputi benih dan tanam yang digelontorkan adalah Rp 1,16 triliun yang diproyeksi dapat menghasilkan Rp 5,77 triliun.
Berikutnya ada kopi, target tanam dari hilirisasi tersebut adalah 99.500 hektare dengan proyeksi serapan tenaga kerja sebesar 312.500 orang. Untuk komoditas ini, biaya hilirisasi meliputi benih dan tanam yang digelontorkan adalah Rp 2,16 triliun yang diproyeksi dapat menghasilkan Rp 14,93 triliun.
Untuk mete, target tanam dari hilirisasi komoditas tersebut adalah 50 ribu hektare dengan proyeksi serapan tenaga kerja sebesar 166.677 orang. Biaya hilirisasi meliputi benih dan tanam yang digelontorkan adalah Rp 0,54 triliun yang diproyeksi dapat menghasilkan Rp 2,00 triliun.
Terakhir ada lada/pala, target tanam dari hilirisasi tersebut adalah 51 ribu hektare dengan proyeksi serapan tenaga kerja sebesar 83.333 orang. Untuk komoditas ini, biaya hilirisasi meliputi benih dan tanam yang digelontorkan adalah Rp 2,16 triliun yang diproyeksi dapat menghasilkan Rp 14,93 triliun.
