Kumparan Logo

Pemerintah Ingin Kejar Target Kemiskinan 0 Persen di 2030

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret Kemiskinan di Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Potret Kemiskinan di Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan hingga akhir tahun ini bisa turun menjadi 9 persen. Penurunan diharapkan terus terjadi hingga mendekati 0 persen pada 2030, sesuai target pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada September 2018 persentase kemiskinan mencapai 9,66 persen, turun 0,46 persen dibandingkan 2017. Sementara jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,76 juta penduduk di September 2018, turun 910.000 dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Angkanya belum angka akhir, misal kemiskinan 0 persen atau mendekati 0 di 2030. Nah di 2024 kemiskinan bisa 5 persen, paling enggak mendekati target," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Hotel ShangriLa, Jakarta, Senin (21/1).

Dia mengatakan, untuk mencapai hal tersebut pemerintah terus melakukan solusi khusus untuk menurunkan angka kemiskinan, yakni memperbaiki akses dan bantuan sosial (bansos).

"Solusi khusus kami tingkatkan akses, akses ini harus diperbaiki, terutama infrastruktur dasar pelayanan. Kedua bansos yang tepat sasaran," katanya.

Potret Kemiskinan di Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Potret Kemiskinan di Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Lebih lanjut Bambang menuturkan, saat ini bansos dirasa kurang tepat lantaran terbatasnya akses infrastruktur. Padahal, bansos menjadi salah satu faktor yang mendorong turunnya angka kemiskinan.

"Sekarang ini kelompok yang harusnya menerima, belum semuanya bisa menerima bansos karena akses terbatas itu tadi," katanya.

SDGs bertujuan mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat di atas USD 1,25 per hari, mengurangi proporsi orang di segala usia dari garis kemiskinan, implementasikan sistem perlindungan sosial, hingga setiap orang memiliki akses sama ke sumber ekonomi.

"Jadi memperbaiki akses ini juga tujuan masuk dalam SDGs. Selain itu juga untuk membangun ketahanan bagi masyarakat miskin, dan membuat kebijakan di segala level, baik nasional, regional maupun internasional," tambahnya.