Pemerintah Kantongi Rp 20 Triliun dari Lelang Surat Utang

14 Maret 2023 19:50
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Kementerian Keuangan RI.  Foto: Wulandari Wulandari/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Kementerian Keuangan RI. Foto: Wulandari Wulandari/Shutterstock
Kementerian Keuangan melaporkan hasil Lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari Selasa (14/3), menghasilkan dana senilai Rp 20 triliun. Ada tujuh seri SUN yang dilelang pada hari ini dengan penawaran yang masuk senilai Rp 52,66 triliun.
Berdasarkan keterangan resmi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kemenkeu, untuk seri SPN03230614 (new issuance) yang jatuh tempo pada 14 Juni 2023, jumlah yang dimenangkan Rp 1 triliun dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,42833 persen.
Seri SPN12240229 (reopening) jatuh tempo pada 29 Februari 2024, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 2 triliun dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,48033 persen.
Seri FR0095 (reopening) jatuh tempo pada 15 Agustus 2028, dengan jumlah nominal yang dimenangkan senilai Rp 5,2 triliun dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,33913 persen.
Seri FR0096 (reopening) jatuh tempo pada 15 Februari 2033, dengan jumlah nominal yang dimenangkan senilai Rp 7,8 triliun dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,70644 persen.
Seri FR0098 (reopening) jatuh tempo pada 15 Juni 2038, dengan jumlah nominal yang dimenangkan senilai Rp 2,4 triliun dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,94697 persen.
Seri FR0097 (reopening) jatuh tempo pada 15 Juni 2043, dengan jumlah nominal yang dimenangkan senilai Rp 1,35 triliun dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,98635 persen.
Seri FR0089 (reopening) jatuh tempo pada 15 Agustus 2051, dengan jumlah nominal yang dimenangkan senilai Rp 250 miliar dan yeild rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,05637 persen.
"Total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 20 triliun," tertulis dalam keterangan resmi tersebut.
Minat investor pada lelang SUN hari ini meningkat, tercermin dari incoming bids sebesar Rp 52,66 triliun, naik dari Rp 45,97 triliun pada lelang sebelumnya.
Hal ini didorong kuatnya ekspektasi investor bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif menaikkan Fed Fund Rate pada FOMC bulan ini, setelah munculnya masalah likuiditas pada Silicon Valley Bank (SVB) dan New York's Signature Bank.
Selain itu, kondisi perekonomian domestik cukup positif, antara lain rilis data cadangan devisa bulan Februari 2023 meningkat menjadi USD 140,3 miliar dari USD 139,4 miliar pada Januari 2023.
Uang rupiah. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Uang rupiah. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Incoming bids investor asing pada lelang SUN hari ini meningkat hampir 2 kali lipat menjadi Rp 13,03 triliun dari Rp 6,79 triliun pada lelang sebelumnya.
Jumlah incoming bids dari investor asing tersebut mayoritas pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun yaitu Rp 10,3 triliun atau 79 persen dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 6,56 triliun atau 32,81 persen dari total awarded bids.
Permintaan investor masih dominan pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun yaitu senilai Rp 33,95 triliun (64,47 persen dari total incoming bids) dan Rp 13 triliun (65 persen dari total awarded bids).
Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023, dan kondisi kas negara terkini, Pemerintah memutuskan memenangkan permintaan sebesar Rp 20 triliun pada lelang hari ini.
Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2023, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2023.