Pemerintah Kebut Proyek Pipa Gas Dusem, Progres Segmen 2 Capai 32,3% per Juli

Pemerintah mempercepat pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem (Duri–Sei Mangkei) untuk memperluas jaringan distribusi gas di Pulau Sumatera. Proyek ini menjadi tulang punggung pengembangan infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan konektivitas pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.
Proyek pipa transmisi gas bumi Dusem yang dibangun menggunakan dana APBN ini terbagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1 yaitu segmen SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km, dan Segmen 2 yaitu segmen Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas di Duri.
BUMN konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero), pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem pada segmen 2 di Bagan Batu. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas jaringan distribusi gas bumi sekaligus menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah yang dilalui.
"Hingga akhir Juli 2026, progres konstruksi Proyek Pipa Gas Dusem Segmen 2 yang dikerjakan Brantas Abipraya telah mencapai 32,3 persen," ujar Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, dalam keterangannya, Rabu (29/7).
Pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 262 km ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan pasokan energi bagi sektor industri, pembangkit listrik, hingga kawasan ekonomi. Dengan distribusi gas yang semakin efisien, biaya energi dapat ditekan, sehingga mampu meningkatkan daya saing industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dian mengatakan, keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini sekaligus untuk mewujudkan swasembada energi dan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Proyek Pipa Gas Dusem bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Kehadiran jaringan pipa ini akan memperkuat distribusi gas nasional, mendukung aktivitas industri, membuka peluang investasi, serta menciptakan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar proyek. Brantas Abipraya berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu," ujar Dian.
Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menerapkan standar konstruksi terbaik dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE). Perusahaan juga memanfaatkan teknologi konstruksi yang efisien untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target mutu, biaya, dan waktu.
Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, proyek ini turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan usaha pendukung di sekitar lokasi pembangunan. Kehadiran proyek strategis tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan aktivitas perdagangan hingga berkembangnya sektor jasa dan UMKM.
Sebagai perusahaan konstruksi nasional yang telah dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis di Indonesia, Brantas Abipraya terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem, Brantas Abipraya optimistis dapat menghadirkan infrastruktur energi yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga dengan tuntasnya proyek ini nantinya dapat memberikan dampak positif yang masif bagi industri lokal di sepanjang koridor Sumatera Utara hingga Riau. Kehadiran pipa ini menjadi "jalan tol energi” yang memecahkan masalah keterbatasan infrastruktur gas dan memacu efek domino ekonomi lokal,” tutup Dian.
