Kumparan Logo

Pemerintah Klaim Sistem Logistik RI Makin Baik: Bongkar Muat Cuma 2,5 Hari

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Kementerian Koordinator Perekonomian mengeklaim kebijakan dan program pemerintah di sektor logistik menunjukkan hasil positif. Hal itu dilihat dari dwelling time atau proses bongkar muat sampai loading di peti kemas yang sekarang semakin cepat.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan salah satu yang dilakukan pemerintah adalah mengeluarkan kebijakan National Logistics Ecosystem (NLE).

"Pembenahan sistem logistik nasional membuahkan hasil dari berbagai penerapan NLE. Per hari ini dwelling time kita di Agustus 2023 mencapai 2,52 hari. Ini bahkan melampaui target 2,92 hari. Hanya sedikit di bawah Singapura untuk kawasan ASEAN," kata Susi dalam seminar Peningkatan Kinerja Logistik Melalui Utilitas Layanan NLE di Hotel Borobudur, Selasa (10/10).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (14/8/2023). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Dari data Lembaga National Single Window (LNSW), data dwelling time pada Agustus 2023 ini adalah dari 151.804 kontainer impor. Jumlah kontainer impor ini mengalami penurunan sebesar 23,11persen (yoy) dibandingkan bulan Agustus 2022.

Jika menghitung rata-rata dwelling time nasional sepanjang tahun 2023 sejak 1 Januari-31 Agustus 2023, capaiannya pun memenuhi target, yakni 2,71 hari.

Capaian dwelling time sepanjang tahun 2023 ini juga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya (2,93 hari), namun dengan jumlah kontainer yang 7,10 persen lebih sedikit.

Selain waktu bongkar muat yang makin cepat, Susi mengatakan biaya logistik Indonesia juga semakin murah. Capaian tersebut akan terus ditingkatkan pemerintah menuju target Indonesia Emas 2045 bahwa biaya logistik Indonesia hanya 8 persen dari PDB.

"Biaya logistik kita 14,29 persen dari PDB. ini sudah cukup baik, di bawah 15 persen. Targetnya, kita sudah diskusi dengan Pak Menko dan Bappenas, 2045 hanya 8 persen dari PDB sehingga sangat efisien sekali," kata Susi.