Kumparan Logo

Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi daftar kartu Prakerja. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daftar kartu Prakerja. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Pemerintah akan melanjutkan penyaluran program Kartu Prakerja di 2022. Program ini merupakan salah satu bantuan yang diberikan selama masa pandemi COVID-19.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan anggaran yang disiapkan untuk program Kartu Prakerja di 2022 mencapai Rp 11 triliun. Angka itu mengambil porsi 4,3 persen dari keseluruhan anggaran perlindungan sosial.

"Tahun 2022 program kartu prakerja masih terus dilanjutkan. Skema pelaksanaannya bersifat semi bantuan sosial tetapi tetap dilakukan dan bersifat reguler akan dimulai dengan mempertimbangkan situasi yang makin kondusif," ujar Febrio dalam webinar Impact Evaluation of Kartu Prakerja yang digelar Katadata, Rabu (1/12).

Dia mengatakan, program Kartu Prakerja menjadi salah satu program prioritas pemerintah pada APBN tahun anggaran 2022. Ada 7 program prioritas yang dirancang pemerintah sebagai bagian dari reformasi program perlindungan sosial yang diarahkan untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi.

Program kartu prakerja, kata dia, juga menjadi program yang dinilai paling bermanfaat selama pandemi dibanding program bantuan lainnya. Ini berdasarkan hasil survei kepada para penerima bantuan Kartu Prakerja.

"Survei persepsi masyarakat terhadap manfaat program bantuan pemerintah di masa pandemi covid yang dilakukan oleh Ipsos 2020 satu dari sekian banyak bentuk program, ada kartu prakerja, subsidi listrik, subsidi internet, BLT UMKM, BLT Dana Desa, kartu sembako, PKH, insentif pajak, diskon PPN perumahan, dan banyak lagi, persepsi masyarakat mengenai bansos selama pandemi yang paling bermanfaat adalah program kartu prakerja," tuturnya.

Kepala BKF Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu. Foto: facebook

Adapun di tahun 2021, alokasi program kartu prakerja mencapai Rp 21,2 triliun. Target penerima manfaat sebesar 5,97 juta orang.

Hingga Oktober 2021, realisasinya sudah mencapai Rp 9,42 triliun yang disalurkan kepada 2,7 juta peserta.

Secara akumulatif, kata dia, jumlah penerima program kartu prakerja yang ditetapkan dari awal sampai dengan tanggal 30 September 2021 sudah mencapai 12 juta orang yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, 514 kabupaten kota.

"Terhadap 7,2 juta responden penerima manfaat, ternyata sebanyak 85 persen responden tidak atau belum pernah mengikuti pelatihan seumur hidupnya. Sebanyak 52 persen di antaranya tinggal di pedesaan, 49 persen di antaranya perempuan, 3,6 persen di antaranya penyandang disabilitas," katanya.