Kumparan Logo

Pemerintah Mau Buka 3,49 Juta Lapangan Kerja Tahun Depan, Ini Strategi Kemnaker

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pencari kerja menghadiri kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal Sport Center, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pencari kerja menghadiri kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal Sport Center, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Pemerintah menargetkan penciptaan sekitar 3,49 juta lapangan pekerjaan pada 2027. Hal ini tertuang dalam sasaran pembangunan berkualitas dokumen RAPBN 2027.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan program pemagangan dan vokasi menjadi dua program utama Kemnaker dalam menyiapkan tenaga kerja sekaligus mendekatkan pelatihan dengan kebutuhan industri.

“Program kita tadi, program kita ada pemagangan, ada vokasi bagaimana kita terus berusaha mendekatkan industri dengan pelatihan pemagangan. Jadi dalam bab penyiapan tenaga kerja, itulah dua besar yang kita lakukan,” ucap Yassierli ketika ditemui wartawan di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/9).

Selain itu, kata Yassierli, Kemnaker juga memperkuat kolaborasi dengan kementerian lain dalam menyiapkan tenaga kerja. Yaitu lewat nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Selain tentu kita terus ada MOU, kita ada MOU dengan Dikdasmen, Kemendiktisaintek. Kita ingin kolaborasi terkait dengan penyiapan tenaga kerja secara bersama,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi mengungkap sejumlah sektor yang diproyeksikan menjadi penopang penciptaan lapangan kerja pada 2027.

Menurutnya, pemerintah bakal mendorong formalisasi lapangan kerja, terutama pada sektor-sektor yang berkaitan dengan program prioritas nasional.

“Ya kalau kita lihat dari kondisi saat ini ya, sektor-sektor yang terutama kita genjot, itu kan formalisasi ya. Artinya kan sektor-sektor yang mungkin saat ini kan banyak, kalian kan tahu kan datanya kan banyak yang informal,” ungkap Anwar pada kesempatan yang sama.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, di kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Salah satu sektor yang dinilai punya ruang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru adalah hilirisasi. Selain hilirisasi, sektor jasa juga dinilai potensial.

Di sisi lain, Anwar menyoroti sektor pertanian yang dinilai memiliki pertumbuhan bagus, tetapi masih menghadapi persoalan rendahnya minat tenaga kerja.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Anwar, juga bisa memberi stimulus terhadap sektor pertanian karena kebutuhan bahan pangan dan mendorong aktivitas di sektor pertanian.

“Sektor pertanian itu sebetulnya itu sektor yang growing dan tetap menurut saya dengan adanya program nasional seperti misalnya ada program MBG ya, ini kan sebetulnya juga memberikan stimulan bagaimana sektor pertanian ini juga menjadi penyangga dari program tersebut,” tutur Anwar.

instagram embed