Pemerintah Pastikan Rumah Mewah Menteri di IKN Pakai Produk Lokal
·waktu baca 3 menit

Pemerintah memastikan menggunakan produk lokal dalam membangun rumah mewah untuk hunian menteri di IKN. Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan IKN, Danis Sumadilaga, menyebutkan saat ini baru 2 unit rumah tapak yang rampung dibangun, dari total 36 unit.
"Kita spiritnya semuanya betul-betul semaksimal mungkin, kalau (produk) lokal sudah ada kita pakai, masa dari furnitur saja kita pakai dari luar," ungkap Danis saat ditemui di Hotel Shangri La Jakarta, Senin (26/2).
Danis mencontohkan, lampu yang digunakan untuk rumah menteri tersebut berasal dari produksi Boyolali. Dia menegaskan gedung selain rumah menteri juga mengutamakan produk lokal.
"Sudah ada (produk lokal) sampai kepada lantai dan sebagainya, lampu itu kalau tidak salah dari Boyolali, di istana juga sampai kantor presiden," ujar Danis.
Progres pembangunan rumah tapak menteri di IKN sudah mencapai lebih dari 74 persen. Danis menyebut, 2 unit dipercepat penyelesaiannya untuk menjadi gambaran.
"Kemarin kita percepat karena untuk memberikan gambaran itu sudah ada 2 unit jadi," tutur Danis.
Danis memastikan, keseluruhan 36 unit rumah tapak menteri akan selesai di Juli 2024 mendatang. "Nanti selesai di Juli ini ada 36 itu selesai semua, yang sekarang sudah selesai dulu jadi mock up katanya itu 2 unit," terang Danis.
Sementara itu, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, menyebutkan dari total rumah menteri yang dibangun, empat di antaranya sudah selesai, lengkap dengan furnitur atau perabotan rumahnya.
"Sudah 4 dari 36 unit sudah selesai fully furnished, 2 di antaranya sedang commissioning. Lainnya sudah berprogres," kata Iwan Suprijanto kepada kumparan, Sabtu (24/2).
Dari foto yang diterima kumparan, rumah menteri ini memiliki dua lantai, dilengkapi panel surya di atapnya. Konsepnya open space, banyak ruang terbuka dan dikelilingi tanaman hijau. Setiap lantai memiliki balkon yang cukup luas.
Bila masuk ke dalam, terdapat ruang keluarga yang tersambung dengan ruang makan. Di ruang makan ada meja memanjang yang cukup untuk 8 orang. Sementara di ruang keluarga, terdapat dua tempat duduk dan satu sofa panjang, satu meja, dan televisi. Hampir seluruh dindingnya tampak dilapisi marmer.
Kementerian PUPR juga memasang panel surya dengan memaksimalkan pemanfaatan energi listrik di unit hunian. Selain itu selama pembangunan, Kementerian PUPR meminta agar pohon-pohon yang ada tidak ditebang, sekaligus terus melakukan penanaman pohon agar lingkungan tetap hijau dan asri.
Rumah menteri ini didesain untuk merespons kondisi topografi berkontur sehingga terdiri dari 2 tipe rumah yang mengikuti kontur lahan, yaitu tipe upslope dan downslope.
Tipe upslope yang dibangun sebanyak 25 unit diperuntukkan bagi hunian yang berada pada punggungan bukit, dengan elevasi belakang rumah lebih tinggi daripada elevasi jalan. Sementara tipe downslope yang dibangun sebanyak 11 unit, diperuntukkan bagi hunian yang berada di lereng bukit sehingga elevasi belakang rumah lebih rendah daripada elevasi jalan.
Selain didesain untuk mengikuti kontur lahan sehingga meminimalisir cut and fill, rumah menteri di IKN ini juga didesain untuk responsif terhadap iklim dan bencana. Diterapkan pula sistem Smart Design Building dengan akses 100 persen terhadap internet dan wifi, sehingga menjadi kawasan cerdas terpadu.
