Kumparan Logo

Pemerintah Siapkan 481 Ribu Ha Lahan di Merauke untuk Swasembada Pangan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemerintah terus mempercepat tata kelola wilayah guna mempercepat pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyebut sebanyak 481 ribu hektare lahan disiapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dimanfaatkan untuk berbagai komoditas pertanian mulai dari padi, tebu, hingga singkong.

“Ini yang dilepas 481 ribu hektare lahan, ini PSN-nya untuk Wanam untuk pertanian sawah dan lain-lain tadi,” kata Zulhas saat agenda Rakortas Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional Wilayah Wanam di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/9).

Zulhas menjelaskan bahwa dalam pembangunan ini pemerintah akan memastikan setiap langkah yang dijalankan dan memprioritaskan keamanan aspek lingkungan mulai dari penataan tata ruang, pengaturan hak guna usaha, hingga kelengkapan administrasi lainnya. Menurutnya semua disiapkan agar kawasan ini berdiri di atas landasan prinsip pemberdayaan, kearifan, dan keberlanjutan.

“Kawasan Wanam ini akan menjadi penopang kemandirian, bahkan Pak Presiden sudah pidato di PBB kita akan menjadi negara sumber pangan dunia yang harus kita tidak lanjuti,” ujarnya.

instagram embed

Zulhas menambahkan, Wanam tidak hanya ditargetkan menghasilkan komoditas pangan utama seperti beras. Namun, daerah ini juga akan dikembangkan untuk produksi etanol yang berasal dari tebu dan singkong, serta B50 (campuran biodiesel) yang berbahan dasar kelapa sawit. Nantinya, di kawasan ini juga akan dibangun industri.

“Tentu ini akan membuka ruang bagi pengembangan menuju swasembada pangan, energi, dan air,” tambahnya

Zulhas menyebutkan proyek ini merupakan pekerjaan besar sehingga memerlukan koordinasi antar kementerian serta pemerintah daerah. Kerja sama tersebut mulai dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kementerian Lingkungan (KLHK), Kementerian Pertahanan (untuk aspek pertahanan di wilayah perbatasan), hingga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan.

“Karena di sana kan perbatasan juga nanti akan dibangun propelan (bahan pendorong) amunisi di situ. Juga dengan PU yang mengerjakan sarana prasarana, juga perhubungan pelabuhan dan tentu juga instansi lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Bidang Pertanahan, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa pemerintah telah melepas 474 ribu hektar lahan dari kawasan hutan. Dari jumlah tersebut yang masuk peta bidang tanah (PBT) tercatat sebesar 451 ribu hektar.

“Nah itu kan ini hutan, punya negara dong. Nggak ada yang mukim di situ,” kata Nusron

Adapun rincian lahan yang disebutkan untuk kawasan PBT meliputi 1.140 hektar untuk wilayah pelabuhan dan rencana pemukiman, 263.000 hektar untuk sawah, 146.000 untuk sawit, serta 41.000 hektar di Merauke khusus untuk sawah.

***

Reporter: Nur Pangesti