Pemerintah Siapkan Berbagai Insentif agar Pengembang Bantu Program 3 Juta Rumah
·waktu baca 2 menit

Kementerian PKP menyebut program 3 juta rumah tidak bisa tercapai bila hanya dibangun oleh pemerintah. Salah satu program prioritas Prabowo ini mengusung semangat gotong-royong.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menuturkan peran pemerintah dalam mencapai target 3 juta rumah tersebut juga meliputi dukungan seperti insentif.
“Filosofinya 3 juta rumah adalah gotong royong membangun rumah untuk rakyat. Jadi tidak mungkin program 3 juta rumah ini dibangun semua oleh pemerintah, disiapkan oleh pemerintah, tapi tugas pemerintah adalah tadi memberikan insentif supaya pengembang lebih banyak lagi yang membangun,” kata Sri dalam konferensi pers Capaian FLPP di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat pada Selasa (4/11).
Salah satu insentif yang menurutnya juga mendorong capaian 3 juta rumah menurutnya adalah keberadaan PBG gratis, BPHTB gratis dan PPN DTP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hal ini menurutnya juga bisa mendorong adanya pembangunan rumah secara swadaya untuk masyarakat.
“Kita sudah memilah ada yang dibangun oleh negara dalam halnya pemerintah, baik itu pemerintah pusat di Kementerian PKP maupun juga pemerintah daerah pemerintah kota, biasanya mereka punya program juga. Kita kemudian capture kita dorong, apalagi insentif yang kita perlukan Kemudian ada lagi juga bagaimana masyarakat juga secara swadaya membangun,” ujarnya.
Selain itu, unsur yang juga bisa mendukung capaian target 3 juta rumah per tahun menurut Sri adalah keberadaan program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti renovasi rumah oleh swasta.
“Di catatan saya, itu ada komitmen untuk CSR secara nasional itu sudah ada 29.084 (unit) baik dari perusahaan-perusahaan besar maupun juga ada badan-badan seperti Baznas itu juga banyak program renovasi rumah rakyat gitu dan saat ini sudah selesai di 6.945 (unit). Jadi kami monitor juga tuh,” kata Sri.
Selain renovasi, bantuan CSR juga ada yang berbentuk rumah tapak baru yang diberikan secara gratis. Salah satu yang saat ini sudah terbangun adalah 250 rumah hasil CSR dari PT Bumi Samboro Sukses yang menyediakan lahan dengan PT Agung Sedayu Group yang membangun bangunan rumah di Tangerang.
Untuk 250 tersebut, saat ini Kementerian PKP masih akan menyiapkan kriteria calon penerima rumah.
“Nah serah terimanya tentu kita akan menyiapkan dulu. Pertama adalah calon-calon rumah bantuannya yang nanti akan ditetapkan oleh SK Bupati. Dan kita juga melibatkan kriteria nya ditentukan oleh BPS. Jadi seperti itu, rumah pertama, dipastikan adalah MBR, dan lain-lain,” ujarnya.
